Padang – Universitas Andalas (UNAND) mengambil langkah maju dalam transformasi digital dengan meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Arsip Andalas (SIPANDA). Aplikasi ini diharapkan menjadi solusi efektif untuk mengatasi penumpukan dokumen fisik dan meningkatkan efisiensi kerja di lingkungan kampus.
Peluncuran SIPANDA, yang ditandai dengan serah terima aplikasi bersama Direktur Informasi Kearsipan Nasional Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Rudi Anton, S.H., M.H., pada Sabtu (24/1/2026), merupakan wujud komitmen UNAND dalam mewujudkan visi kampus berbasis digital.
Sekretaris Universitas Andalas, Dr. Aidinil Zetra, menegaskan bahwa digitalisasi arsip bukan sekadar modernisasi, melainkan upaya penyelamatan waktu dan peningkatan efisiensi kerja. "Tata kelola arsip yang terintegrasi secara digital merupakan fondasi penting dalam sistem birokrasi perguruan tinggi," ujarnya.
Menurut Aidinil, penguatan sistem kearsipan ini sangat krusial untuk mengantisipasi potensi kendala administrasi dan dokumentasi di masa depan. Pengelolaan arsip yang sistematis akan menjadi dasar hukum dan bukti administratif yang kuat bagi institusi.
Rudi Anton dari ANRI memberikan apresiasi atas inisiatif UNAND ini. Ia mengibaratkan pengelolaan arsip sebagai pengelolaan bisnis jangka panjang bagi sebuah institusi. "Meskipun kepengurusan di universitas terus berganti, arsip tetap menjadi cadangan informasi paling kuat dan bukti utama dalam menghadapi persoalan di kemudian hari," ungkapnya.
Implementasi SIPANDA diharapkan dapat memperkuat ekosistem kearsipan di UNAND secara berkelanjutan. Sebelumnya, pihak universitas telah memberikan pelatihan kepada para arsiparis dan pengelola arsip agar memiliki kompetensi dalam mengelola dokumen secara tertib dan sesuai dengan kaidah kearsipan nasional. Rangkaian kegiatan peluncuran ditutup dengan sosialisasi teknis penggunaan aplikasi kepada seluruh peserta, memastikan SIPANDA dapat segera dioperasikan secara optimal di setiap unit kerja di lingkungan UNAND.






