Idham Fadhli Nahkodai PWI Padang Pariaman, Raih Suara Mayoritas!

Padang -, Idham Fadhli terpilih sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Padang Pariaman/Pariaman periode 2026-2029 setelah meraih suara terbanyak dalam Konferensi VII PWI yang berlangsung pada Sabtu (24/1/2026). Idham Fadhli berhasil mengamankan lebih dari 50 persen suara dari total pemilih.

Sekretaris Panitia Konferensi, Aris Prima Gunawan, mengungkapkan bahwa Idham Fadhli memperoleh 10 suara, disusul Ikhlas Darma Murya dengan 4 suara, dan Ahmad Damanhuri 2 suara. "Dari 17 anggota yang memiliki hak pilih, satu anggota memilih abstain," jelas Aris.

Usai terpilih, Idham Fadhli menyatakan komitmennya untuk membawa PWI Padang Pariaman/Pariaman menjadi lebih baik. "Kita ingin bersama-sama membangun PWI ke arah yang lebih baik," ujarnya. Ia juga mengharapkan dukungan dari seluruh anggota untuk mewujudkan visi dan misi kepengurusannya.

Salah satu aspirasi yang menjadi perhatian utama adalah pengadaan kantor PWI. "Soal kantor, itu memang menjadi aspirasi yang sudah sangat kita pikirkan. Kita benahi semua bersama-sama," tegasnya.

Ketua PWI Provinsi Sumatera Barat, Widya Navie, turut menyampaikan pesan agar visi dan misi ketua terpilih dapat direalisasikan, termasuk pengadaan kantor PWI. Ia juga mendorong PWI Padang Pariaman/Pariaman untuk terus menghasilkan wartawan profesional melalui pembinaan keanggotaan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pariaman, Yalviendri, sebelumnya menyampaikan kekagumannya terhadap tema konferensi, yaitu "Langkah Baru Membangun Wartawan Profesional yang Beradab dan Bermartabat". Menurutnya, tema ini sangat mendalam dan relevan dengan kondisi saat ini.

Yalviendri menekankan bahwa profesionalisme wartawan tidak hanya diukur dari kemampuan teknis, tetapi juga dari sikap dan etika. Wartawan harus menjaga sopan santun, menghormati hak narasumber, serta tidak menyebarkan hoaks atau fitnah.

"Independensi dan integritas profesi saya rasa itu kewajiban yang pasti dijaga oleh teman-teman wartawan yang tergabung di PWI, agar produk jurnalistik yang mereka hasilkan tidak berubah menjadi alat propaganda atau provokasi," pungkasnya.

Setelah terpilihnya ketua, langkah selanjutnya adalah pembentukan Tim Formatur yang bertugas menyusun struktur kepengurusan. Aris Prima Gunawan menambahkan, "Tim Formatur sudah dibentuk. Semoga mereka bisa bekerja cepat dalam penyusunan pengurus yang sejalan dengan visi-misi ketua terpilih."