Padang – Tren kepemilikan sepeda motor di Sumatera Barat melonjak tajam sepanjang awal tahun 2026. Data Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar mencatat sebanyak 31.199 unit motor baru telah mengaspal selama triwulan pertama, atau rata-rata 300 unit per hari. Angka ini menunjukkan kenaikan tiga persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024.
Kepala Seksi BPKB Ditlantas Polda Sumbar, Kompol Awaludin Puhi, mengungkapkan bahwa kemudahan akses kepemilikan menjadi pemicu utama lonjakan tersebut. "Peningkatan kendaraan roda dua ini terjadi karena adanya faktor promo, uang muka murah, dan proses pembelian yang sangat mudah," ujar Awaludin, Kamis (23/4/2026).
Ia memprediksi tren pertumbuhan sepeda motor akan terus menanjak sepanjang tahun 2026, melampaui capaian tahun-tahun sebelumnya. Sebagai catatan, total motor baru di Sumbar mencapai 100.614 unit pada 2024 dan meningkat menjadi 106.323 unit pada 2025.
Berbanding terbalik dengan sepeda motor, pertumbuhan kendaraan roda empat justru menunjukkan tren penurunan yang signifikan. Pada triwulan pertama 2026, tercatat hanya 2.222 unit mobil baru, jauh di bawah angka tahun-tahun sebelumnya. Awaludin menduga penurunan ini dipicu oleh kondisi infrastruktur jalan yang terdampak bencana, sehingga membatasi mobilitas kendaraan roda empat. Selain itu, tingginya pajak opsen juga dinilai menjadi faktor penghambat minat masyarakat membeli mobil.
Secara geografis, Kota Padang menjadi wilayah dengan tingkat pertumbuhan kendaraan roda dua tertinggi di Sumatera Barat. Sementara itu, daerah dengan pertumbuhan terendah tercatat di Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, dan Kepulauan Mentawai.
Meski volume kendaraan terus bertambah, Awaludin memastikan kondisi lalu lintas di Sumatera Barat masih terkendali. "Masih aman, wilayah Sumbar luas, khususnya Kota Padang. Peningkatan volume kendaraan hanya terjadi pada momen tertentu seperti jam pulang kerja atau mudik. Untuk hari normal, arus lalu lintas masih lancar karena ketersediaan jalan alternatif yang cukup banyak," pungkasnya.





