Prevalensi Stunting 12,4 Persen, Pasaman Barat Perkuat Kolaborasi Lintas Sekto

Data terbaru menunjukkan bahwa dari total balita terdampak, sebanyak 1.110 anak hidup dalam kondisi sosial ekonomi rentan. Mereka menghadapi keterbatasan akses terhadap hunian layak, sanitasi, air minum bersih, hingga listrik. Temuan ini menegaskan bahwa stunting tidak hanya dipicu oleh masalah gizi, tetapi juga faktor lingkungan dan kemiskinan.

Bupati Pasaman Barat, Yulianto, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Menurutnya, diperlukan intervensi terpadu yang menyentuh aspek kesehatan hingga perbaikan kondisi sosial ekonomi keluarga.

"Penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan intervensi yang terintegrasi, mulai dari aspek kesehatan hingga sosial ekonomi," ujar Yulianto.

Kepala Bappelitbangda Pasaman Barat, Joni Hendri, merinci bahwa keterbatasan akses dasar masih menjadi tantangan nyata. Sebanyak 39 balita diketahui tinggal di rumah tidak layak huni, 60 balita belum memiliki jamban layak, 69 balita belum mendapatkan akses air minum aman, 22 balita masih menggunakan bahan bakar tradisional, dan 2 balita belum menikmati listrik.

"Ini menunjukkan bahwa stunting sangat berkaitan dengan faktor lingkungan dan kemiskinan, sehingga intervensinya harus menyentuh berbagai sektor," jelas Joni.

Sebagai mitra strategis, Tanoto Foundation memberikan pendampingan teknis dan advokasi sejak 2022 hingga 2024. Project Management Unit Coordinator Tanoto Foundation, Felly Ardan, menyatakan bahwa Pasaman Barat memiliki komitmen kuat dalam penanganan stunting. Berbagai capaian telah diraih, mulai dari penyusunan Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku (SKPP) melalui Peraturan Bupati Nomor 45 Tahun 2021, hingga pelatihan bagi tokoh agama dan dai.

Pemerintah daerah kini menyiapkan anggaran sekitar Rp1,41 miliar untuk mendukung intervensi gizi spesifik dan sensitif. Selain pemberian makanan tambahan oleh Dinas Kesehatan, bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), dan BLT Dana Desa terus dioptimalkan untuk menyasar keluarga rentan guna memastikan perbaikan kualitas hidup balita di Pasaman Barat.