Pemprov Sumbar Dorong Percepatan Investasi dan Infrastruktur Strategis Bersama BP BUMN

Dony Oskaria menegaskan bahwa investasi di Sumatera Barat harus segera dioptimalkan pada sektor-sektor produktif agar ekonomi daerah tidak tertinggal. Ia menekankan pentingnya investasi padat karya yang mampu menyerap tenaga kerja lokal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

"Keseriusan terhadap hilirisasi, pembukaan akses infrastruktur, serta kepastian ekosistem investasi menjadi kunci. Jika tidak dilakukan, pertumbuhan ekonomi Sumbar berpotensi stagnan," ujar Dony.

Menurut Dony, Sumatera Barat memiliki potensi besar yang dapat ditawarkan kepada investor, mulai dari hilirisasi komoditas kelapa dan gambir, pengembangan kawasan kuliner tematik, hingga sektor pariwisata. Ia juga mengingatkan agar setiap investasi yang masuk harus tercatat di daerah guna memastikan manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh warga setempat.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Mahyeldi Ansharullah memaparkan sejumlah proyek prioritas yang sedang berjalan, seperti pembangunan Jalan Tol Sicincin–Pangkalan, Fly Over Sitinjau Lauik, serta pengembangan energi panas bumi. Namun, ia mengakui adanya kendala anggaran pada proyek strategis lainnya.

"Pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang masih mengalami perlambatan akibat keterbatasan anggaran daerah. Untuk percepatannya, kami membutuhkan dukungan dari Danantara," ungkap Mahyeldi.

Selain proyek yang sedang berjalan, Pemprov Sumbar juga telah menyiapkan rencana strategis jangka panjang, termasuk reaktivasi jalur kereta api, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mentawai dan Mandeh, serta penyusunan peta jalan Sumbar Hijau. Mahyeldi optimistis, sinergi antara pemerintah daerah, Danantara, dan BUMN akan menjadi katalisator utama dalam menuntaskan berbagai tantangan pembangunan di Sumatera Barat.