AJI Jakarta Hidupkan Kembali Pesta Media Bahas Kebebasan Pers dan Lingkungan

Jakarta – Setelah vakum selama 14 tahun, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta kembali menggelar ajang Pesta Media di Taman Ismail Marzuki pada 11-12 April 2026. Mengusung tema "Facing for Future, Collaboration for Our Nature", acara ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor untuk membedah tantangan krusial terkait masa depan pers, kelestarian lingkungan, hingga dampak kecerdasan buatan (AI).

Ketua AJI Jakarta, Irsyan Hasyim, menyoroti kondisi pers nasional yang kian tertekan oleh berbagai bentuk intimidasi. Ia merujuk pada sejumlah kasus nyata, mulai dari teror terhadap jurnalis perempuan, pembatasan konten media oleh otoritas, hingga gugatan perdata bernilai fantastis yang menyasar institusi pers.

"Situasi terbaru memperlihatkan makin kuat intimidasi yang dialami oleh jurnalis, baik oleh aktor tidak terlihat maupun upaya mempersempit kebebasan pers melalui jalur hukum," ujar Irsyan di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Selain ancaman kebebasan pers, Irsyan juga menyoroti potret suram ekosistem media di Indonesia yang diwarnai gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pemberangusan serikat pekerja. Melalui Pesta Media, ia berharap terbangun konsolidasi kuat antara jurnalis, akademisi, dan pegiat lingkungan untuk merumuskan perlindungan yang lebih baik bagi pekerja media, terutama mereka yang meliput isu krisis iklim.

Rangkaian acara ini akan diisi dengan beragam diskusi mendalam, mulai dari kerentanan jurnalis perempuan, konservasi satwa liar, hingga dampak industri ekstraktif seperti batubara dan nikel. Selain diskusi, panitia menyediakan lokakarya praktis mengenai jurnalisme solusi, personal branding, hingga pembuatan zine bertema hutan.

Kegiatan ini mendapat dukungan luas dengan keterlibatan 16 lembaga lingkungan, 26 mitra media, serta enam universitas. Sebanyak 30 stan pameran akan tersedia di Gedung Teater Wahyu Sihombing untuk memfasilitasi pertukaran gagasan antara pegiat media, komunitas, dan masyarakat umum.