Lima Puluh Kota – Program Makan Bergizi Gratis di Lima Puluh Kota kini menjangkau 40 persen penerima manfaat dengan dukungan 17 dapur operasional.

Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota terus berupaya memperluas cakupan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut. Saat ini, baru tersedia 17 Satuan Penyedia Pemenuhan Gizi (SPPG) dari total 35 dapur yang dibutuhkan untuk melayani 13 kecamatan dan 79 nagari.

Bupati Lima Puluh Kota, Safni, menegaskan pihaknya mendorong partisipasi aktif pelaku usaha dan masyarakat untuk berinvestasi dalam penyediaan dapur gizi. Langkah ini dinilai krusial agar manfaat program dapat segera dirasakan hingga ke wilayah perbatasan dan pelosok daerah.

"Penerima manfaat MBG kita mencapai 40 persen, kita berharap kedepannya jumlah penerima manfaat terus bertambah. Tentu jumlah dapur kita harap bisa bertambah, kita dorong pelaku usaha atau masyarakat untuk berinvestasi pada program ini, sebab banyak membantu masyarakat," ujar Safni usai mendampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, di Sarilamak, baru-baru ini.

Dampak positif program ini turut dirasakan langsung oleh pihak sekolah, salah satunya SMP N 3 Kabupaten Lima Puluh Kota. Selama hampir satu tahun terakhir, para siswa telah menerima asupan gizi tambahan selama enam hari dalam sepekan.

Wakil Kesiswaan SMP N 3 Kabupaten Lima Puluh Kota, Nur Hidayati, mengungkapkan bahwa program ini tidak hanya meningkatkan kualitas gizi siswa demi menyongsong generasi emas 2045, tetapi juga meringankan beban ekonomi orang tua murid.

"Kami sangat apresiasi MBG yang diberikan kepada pelajar di sekolah ini. Biasanya pelajar membawa bekal, namun sejak satu tahun belakangan mereka sangat terbantu karena orang tua tidak perlu lagi menyiapkan makan siang untuk dibawa ke sekolah," ungkap Nur Hidayati.

Pihak sekolah berharap program ini terus berlanjut secara konsisten, mengingat efektivitasnya dalam membantu pemenuhan kebutuhan harian siswa sekaligus mendukung kelancaran proses belajar mengajar di sekolah.