Padang – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sumatera Barat mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan meningkatkan kemandirian pangan. Ajakan ini disampaikan dalam acara media gathering dan buka puasa bersama insan pers yang digelar di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Koto Tangah, Selasa (10/3/2026).
Ketua DPW LDII Sumatera Barat, Muchfiandi, secara langsung menyampaikan apresiasi kepada insan pers sebagai mitra strategis organisasi. "Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media yang selama ini berperan menyampaikan informasi secara objektif serta membantu menghadirkan ruang publik yang sehat," ujarnya.
Menurut Muchfiandi, LDII mendorong masyarakat untuk meningkatkan kemandirian pangan melalui pemanfaatan lahan pekarangan serta penguatan ekonomi berbasis komunitas. Hal ini merupakan bagian dari delapan klaster pengabdian LDII untuk bangsa.
Selain fokus pada ketahanan pangan, LDII Sumbar juga berencana menggelar kembali program Go Green sebagai bagian dari dakwah ekologis organisasi. Program ini bertujuan mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan melalui berbagai kegiatan yang berorientasi pada keberlanjutan.
"Kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan melalui berbagai kegiatan yang berorientasi pada keberlanjutan. Hal yang banyak disoroti tentunya penebangan liar, penambangan pasir ilegal, serta tata kelola sampah," kata Muchfiandi.
Sekretaris DPW LDII Sumatera Barat, Muhammad Abdillah, menambahkan bahwa pihaknya mulai menerapkan langkah awal untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. "Ke depan LDII akan mulai mengurangi penggunaan botol plastik dan kantong belanja sekali pakai. Dalam kegiatan ini juga dibagikan tumbler kepada peserta sebagai simbol ajakan untuk membangun budaya ramah lingkungan," jelasnya.
Kegiatan media gathering ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Musyawarah Nasional (Munas) X LDII yang akan digelar pada April mendatang. LDII berharap dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam berbagai program pembangunan, mitigasi kebencanaan, lingkungan hidup, wawasan kebangsaan, serta ketahanan pangan.






