Padang – Embarkasi Padang resmi memulai rangkaian pemberangkatan 5.402 calon jemaah haji musim 1447 Hijriah/2026 Masehi. Ribuan jemaah tersebut terbagi ke dalam 14 kelompok terbang (kloter) yang diberangkatkan secara bertahap melalui Bandara Internasional Minangkabau.
Dari total jemaah yang diberangkatkan, sebanyak 3.992 orang berasal dari Sumatera Barat, sementara 1.354 jemaah lainnya merupakan perwakilan dari Bengkulu. Kloter pertama yang membawa 384 jemaah asal Kota Padang telah dilepas secara resmi di Asrama Haji Tabing pada Kamis (23/4/2026) dan dijadwalkan terbang menuju Madinah pada Jumat dini hari.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memastikan seluruh persiapan teknis maupun pelayanan bagi jemaah telah rampung dengan matang. Ia berharap seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan lancar dan jemaah kembali ke tanah air dalam kondisi sehat.
"Alhamdulillah, seluruh persiapan berjalan dengan baik. Kita berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar, aman, dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat," ujar Mahyeldi saat melepas kloter pertama.
Pihak otoritas terkait kini menerapkan standar pelayanan yang lebih inklusif dengan memanfaatkan inovasi teknologi. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, mengungkapkan bahwa pihaknya menyediakan kanal komunikasi berbasis WhatsApp untuk mempermudah jemaah dan keluarga dalam menyampaikan informasi maupun pengaduan secara cepat.
Selain teknologi, fokus utama penyelenggaraan haji tahun ini adalah memberikan pendampingan khusus bagi jemaah lanjut usia dan perempuan. Langkah ini diambil sebagai bentuk prioritas agar kelompok rentan tersebut dapat menunaikan ibadah dengan lebih nyaman.
"Pendekatan pelayanan kita tahun ini lebih inklusif, terutama bagi jemaah lansia. Ini menjadi prioritas agar seluruh jemaah bisa beribadah dengan nyaman," jelas Rifki.
Pemerintah daerah turut menekankan pentingnya kedisiplinan serta kekompakan jemaah selama berada di Tanah Suci. Sinergi antara petugas dan jemaah dinilai menjadi kunci utama keberhasilan pelaksanaan ibadah haji yang tertib dan lancar di tengah jumlah jemaah yang besar.






