Padang – Korban banjir bandang di Padang, Sumatera Barat, akan segera memiliki hunian tetap (Huntap) yang aman dari bencana. Pemerintah Kota Padang bekerja sama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi membangun 209 unit rumah di Balai Gadang, Koto Tangah.
Asisten II Setdako Padang, Dido Aryadi, menyatakan, "Sebagai bentuk perhatian kami kepada korban banjir bandang akhir November lalu, kami membangun huntap bagi mereka yang terdampak." Huntap ini diperuntukkan bagi warga yang saat ini tinggal di hunian sementara dan Rusunawa Lubuk Buaya.
Lokasi pembangunan Huntap di Bumi Perkemahan Pramuka Balai Gadang telah diverifikasi oleh Badan Geologi Nasional dan dinyatakan aman dari gempa dan tsunami. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat (DPUPR) Tri Hadiyanto menjelaskan, "Sebanyak 209 unit bangunan berdiri di atas tanah seluas 2,9 hektare. Tiap rumah huntap bertipe 36 dengan luas tanah 78 meter persegi."
Tri Hadiyanto menambahkan, konsep bangunan adalah couple, dua rumah menjadi satu dengan jarak antar rumah satu meter. Pembangunan Huntap direncanakan dimulai pada Senin, 26 Januari 2026.
Kahar, Pekerja Sosial Yayasan Buddha Tzu Chi, menjelaskan bahwa Huntap dibangun sesuai standar rumah sederhana, berdinding bata merah, atap seng, dan kuda-kuda baja ringan. "Nanti akan ada dua kamar dan satu kamar mandi serta dapur," terangnya. Rumah juga dilengkapi instalasi listrik dan air bersih, diharapkan menjadi hunian yang nyaman bagi korban banjir.



