Davos, Swiss – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meresmikan Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza di sela-sela pertemuan World Economic Forum (WEF) pada Kamis (22/1/2026). Inisiatif ini diklaim bertujuan untuk mendorong perdamaian di Palestina, namun menuai reaksi beragam dari berbagai negara.
Hingga saat ini, 21 negara telah menyatakan bergabung dengan organisasi yang diprakarsai oleh Trump, termasuk Indonesia. Namun, sejumlah negara Eropa secara terbuka menolak untuk terlibat dalam dewan tersebut.
Tercatat tujuh negara, yaitu Prancis, Italia, Norwegia, Slovenia, Spanyol, Swedia, dan Inggris, menolak bergabung dengan BoP hingga Selasa (27/1/2026).
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, secara langsung menyatakan dukungan Paris terhadap rencana perdamaian yang diajukan AS. "Ya untuk menerapkan rencana perdamaian yang diajukan presiden Amerika Serikat, yang kami dukung sepenuh hati, tetapi tidak untuk menciptakan organisasi seperti yang telah diajukan, yang akan menggantikan Perserikatan Bangsa-Bangsa," ungkapnya, seperti dilansir dari Sindonews.
Penolakan tersebut didasari kekhawatiran bahwa BoP berpotensi menjadi dewan perdamaian tandingan PBB. Negara-negara penolak menilai inisiatif ini kurang melibatkan pihak Gaza dan Palestina secara langsung, sehingga tidak memberikan kejelasan arah penyelesaian konflik.
Selain itu, negara-negara tersebut berpendapat bahwa upaya perdamaian internasional seharusnya tetap berada dalam kerangka multilateral yang diakui secara global, dengan melibatkan semua pihak yang berkepentingan dalam konflik.






