PADANG – Musyawarah Wilayah (Muswil) Ikatan Alumni SMA Negeri 1 (IASMA 1) Landbouw Sumatera Barat di Auditorium Istana Gubernur, Minggu (3/5/2026), menetapkan Zefnihan sebagai ketua periode 2026–2029. Forum ini menjadi titik balik bagi para alumni untuk bergerak melampaui sekadar silaturahmi, yakni dengan menggalang dukungan konkret bagi pembangunan asrama SMAN 1 Bukittinggi.
Zefnihan, yang juga menjabat sebagai Kepala Bappeda Sumbar, terpilih secara aklamasi. Ia kini memikul tanggung jawab besar untuk mengonsolidasikan kekuatan alumni guna menuntaskan pembangunan asrama yang membutuhkan dana sekitar Rp25 miliar.
"Dua hal ini menjadi tantangan bagi kita. Sekaligus bagaimana menempatkan kembali SMAN 1 Landbouw pada posisi yang semestinya, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional," ujar Zefnihan.
Pemerintah Provinsi Sumbar sendiri telah mengalokasikan Rp5 miliar dalam APBD 2026 untuk tahap awal pembangunan. Namun, Kepala SMAN 1 Bukittinggi, Hernandar, mengakui bahwa dana tersebut masih jauh dari kebutuhan total untuk mendukung sistem semi-boarding yang kini diterapkan sekolah.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, yang hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa peran alumni sangat vital bagi kemajuan institusi pendidikan. Ia meminta para alumni tidak lagi terjebak pada nostalgia, melainkan beralih ke kontribusi nyata.
"Peran alumni itu vital. Kalau tidak dioptimalkan, akan merugikan sekolah," tegas Mahyeldi di hadapan ratusan alumni.
Menanggapi kebutuhan tersebut, sejumlah alumni mulai menyatakan komitmen untuk bergotong royong, mulai dari pendanaan satu lantai hingga satu gedung penuh. Sekjen IASMA Pusat, Ridwan, menambahkan bahwa pihaknya akan segera melayangkan surat resmi kepada seluruh alumni untuk mengajak partisipasi aktif dalam proyek strategis ini.
"Kita akan mengajak seluruh alumni untuk bersama-sama mendukung pembangunan ini. Dengan pengalaman kontribusi alumni selama ini, kami optimistis rencana ini dapat direalisasikan," kata Ridwan.
Langkah ini menjadi ujian kepemimpinan bagi Zefnihan dalam menyatukan potensi alumni. Melalui skema gotong royong, IASMA 1 Landbouw berupaya memastikan masa depan sekolah tidak hanya bergantung pada anggaran pemerintah, tetapi juga menjadi investasi nyata bagi kualitas pendidikan dan karakter siswa di masa depan.






