Tanah Datar – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi penyelamat bagi Wulia Indriani saat ia harus menjalani operasi caesar darurat di RSIA Sayang Ibu Batusangkar.
Wulia mengaku awalnya tidak pernah merencanakan persalinan melalui operasi karena kondisi kehamilannya normal.
Namun, kondisi kesehatan Wulia menurun drastis saat mendekati hari perkiraan lahir sehingga pihak keluarga segera membawanya ke instalasi gawat darurat.
“Dari awal kehamilan saya belum ada rencana dan tidak punya indikasi medis yang mengharuskan bersalin secara caesar. Namun, saat memasuki HPL, kondisi saya tiba-tiba menurun. Keluarga langsung membawa saya ke IGD,” kata Wulia.
Tim dokter kemudian menyarankan operasi caesar karena kondisi fisik Wulia yang melemah dinilai berisiko jika memaksakan persalinan normal.
“Berdasarkan hasil pemantauan dokter, kondisi kandungan sehat dan baik-baik saja. Namun, kondisi tubuh saya cukup lemah sehingga berisiko jika memaksakan lahiran normal. Oleh karena itu, dokter menyarankan operasi caesar,” ujar Wulia.
Wulia merasa bersyukur karena telah terdaftar sebagai peserta JKN jauh sebelum masa kehamilan sehingga beban biaya persalinan dapat tertangani.
Ia menekankan pentingnya masyarakat memiliki jaminan kesehatan saat kondisi tubuh masih sehat agar siap menghadapi situasi darurat yang tidak terduga.
“Menurut saya, memiliki JKN sejak sehat itu penting. Kita tidak pernah tahu kapan membutuhkan pelayanan kesehatan. Ketika kebutuhan itu datang secara tiba-tiba, kita sudah memiliki perlindungan dan bisa lebih fokus menjalani pengobatan,” ucap Wulia.
Pengalaman serupa dirasakan ibu Wulia, Fitra Novita, yang terbantu oleh JKN saat menjalani perawatan pascakecelakaan pada tahun 2021.
Fitra rutin melakukan kontrol kesehatan mata di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sebagai tindak lanjut cedera yang dialaminya dulu.
“Sudah setahun terakhir saya rutin kontrol di FKTP untuk memeriksa kondisi mata sebagai dampak kecelakaan dulu. Bersyukur ada JKN yang membantu menjamin pengobatan rutin saya, termasuk kontrol dan kebutuhan kacamata. Kalau tidak ada JKN, tentu saya harus lebih banyak menyiapkan dana untuk pengobatan rutin ini,” jelas Fitra.
Fitra berharap program JKN terus memberikan pelayanan yang berkualitas dan memudahkan masyarakat dalam mengakses hak kesehatan mereka.
Ia juga berpesan agar masyarakat senantiasa menjaga status kepesertaan tetap aktif dan memahami alur pelayanan yang berlaku.
“Harapan saya, JKN terus berjalan dan semakin baik agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak tanpa terbebani biaya. Yang paling penting, masyarakat juga harus menjaga kepesertaannya tetap aktif, memahami dan mengikuti alur pelayanannya,” tutup Fitra.








Komentar