Jakarta – Wali Kota Padang Fadly Amran menemui Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, pada Rabu, 4 November 2026.
Pertemuan tersebut membahas percepatan pembangunan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) untuk Hunian Tetap (Huntap) bagi korban bencana hidrometeorologi November 2025.
Fadly Amran hadir didampingi Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa beserta jajaran kepala dinas terkait.
Pemerintah Kota Padang telah menyiapkan lahan seluas 12 hektare untuk menampung warga terdampak bencana.
Pembangunan hunian tersebut melibatkan kolaborasi antara Kementerian PKP, Buddha Tzu Chi, dan Kamar Dagang Indonesia (KADIN).
“Kami menyiapkan dua lokasi pembangunan Huntap untuk membangun rumah bagi korban bencana, yaitu di Kelurahan Lambung Bukik, Kecamatan Pauh, dan Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah,” ujar Fadly.
Pemerintah Kota Padang membutuhkan anggaran sekitar Rp25 miliar hingga Rp30 miliar untuk menyelesaikan PSU di kawasan Huntap Balai Gadang pada 2027.
Fadly berharap Menteri PKP dapat memfasilitasi kebutuhan infrastruktur tersebut agar masyarakat dapat menghuni kawasan baru dengan layak.
“Kami berharap Bapak Menteri dapat memfasilitasi kelanjutan pembangunan infrastruktur tersebut karena penyelesaian Huntap tidak hanya soal pembangunan rumah, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat tinggal dengan layak dan memperoleh kesejahteraan setelah menempati hunian baru,” kata Fadly.
Menteri PKP Maruarar Sirait merespons usulan tersebut dengan mendorong pemerintah daerah agar tidak bergantung sepenuhnya pada APBD atau APBN.
Maruarar menyarankan kepala daerah untuk menerapkan skema pembiayaan kreatif dengan menggandeng sektor swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
“Kepala daerah harus mampu mencari berbagai peluang pembiayaan kreatif, termasuk melalui kolaborasi dengan BUMN, sektor swasta, dan sumber pendanaan lainnya,” ujar Maruarar.
Selain membahas Huntap, pertemuan tersebut juga menyoroti rencana penataan kawasan di sekitar PT Pelindo Regional 2 Teluk Bayur.







Komentar