Benggala Barat – Pemerintah India bergerak cepat melakukan pelacakan terhadap 196 orang yang melakukan kontak erat dengan dua pasien terinfeksi virus Nipah. Langkah ini diambil setelah Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India mengonfirmasi adanya dua kasus infeksi virus Nipah di Benggala Barat sejak Desember tahun lalu.
"Berdasarkan laporan dari National Centre for Disease Control (NCDC), hanya dua kasus virus Nipah yang terkonfirmasi di Benggala Barat sejak Desember tahun lalu hingga saat ini," demikian keterangan resmi Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India, Rabu (28/1/2026).
Virus Nipah, pertama kali ditemukan pada babi di Malaysia dan Singapura pada 1998-1999, dapat menyebabkan radang otak dan ditularkan dari hewan ke manusia. WHO menyatakan virus ini berasal dari kelelawar buah yang kehilangan habitat akibat penebangan hutan dan mendekati area peternakan babi.
Infeksi virus Nipah dapat menyebabkan penyakit serius seperti infeksi pernapasan dan radang otak. Saat ini, belum ada obat atau vaksin khusus untuk infeksi virus ini, sehingga pencegahan menjadi prioritas utama.
Pemerintah India telah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh kontak erat yang berhasil diidentifikasi. Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa seluruh kontak yang ditelusuri tidak menunjukkan gejala dan hasil tes mereka negatif untuk virus Nipah. Langkah ini diharapkan dapat mencegah penyebaran virus Nipah lebih luas di India.




