Padang – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Barat (Sumbar) meningkatkan kesiapan petugas haji dengan menggelar pelatihan intensif. Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter, Petugas Haji Daerah (PHD), dan Pembimbing Ibadah KBIHU ini bertujuan memperkuat pelayanan haji tahun 1447H/2026M.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi, secara resmi membuka kegiatan yang dihadiri oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Pengendalian Haji dan Umrah Kementerian Agama RI, Harun Al Rasyid, di Asrama Haji Padang, Kamis (5/2/2026).
Dirjen Harun Al Rasyid menekankan pentingnya peningkatan kualitas petugas haji, terutama dalam hal disiplin dan kebugaran fisik. "Tugas petugas haji sangat menuntut kesiapan fisik karena harus mendampingi jemaah dalam berbagai situasi di lapangan, apalagi sebagian besar jemaah haji Indonesia berusia lanjut. Ini butuh petugas yang handal," ujarnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pelatihan PPIH melibatkan unsur TNI dan Polri dalam pembinaan kedisiplinan dan kebugaran. Presiden RI, kata Harun Al Rasyid, berharap pelatihan PPIH disiapkan lebih baik dengan waktu yang lebih memadai. "Pelatihan tidak cukup hanya tiga atau empat hari. Penguasaan materi dan praktik lapangan itu sangat penting agar petugas benar-benar siap saat bertugas," tegasnya.
Dirjen juga menyinggung kebijakan penurunan biaya haji. Presiden, menurutnya, memberi perhatian serius terhadap efisiensi biaya dengan menekan komponen pengeluaran yang dinilai tidak perlu, tanpa mengurangi kualitas pelayanan. "Tujuan dibentuknya Kementerian Haji ini bukan hanya meningkatkan pelayanan, tetapi juga menurunkan biaya haji. Karena itu, semua komponen pengadaan harus ditekan," bebernya.
Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, M Rifki, menjelaskan bahwa Diklat PPIH Kloter, PHD, serta PIKBIHU diikuti oleh 90 peserta yang terdiri dari Ketua Kloter, Pembimbing Ibadah, Tenaga Kesehatan, pembimbing Ibadah KBIHU, serta Petugas Haji Daerah (PHD) dari Sumbar dan Bengkulu.
"Diklat ini bukan sekadar formalitas, tetapi bekal penting untuk meningkatkan kualitas layanan kepada jemaah. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan dengan disiplin, menjaga kesehatan, serta membangun kerja tim yang solid," tutur Rifki.
Pelatihan yang berlangsung selama 10 hari, dari 5 hingga 14 Februari 2026, dipusatkan di Asrama Haji Padang. Rifki optimistis, dengan bekal pelatihan yang memadai, pelayanan jemaah haji, khususnya di Embarkasi Padang, akan semakin meningkat dan berjalan lebih tertib, aman, serta humanis.






