Padang – Pemerintah pusat mengalokasikan dana Rp400 miliar untuk membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) modern di Gunung Pangilun, Kota Padang. Langkah ini diambil sebagai solusi permanen mengatasi krisis air bersih dan memperkuat sistem penyediaan air minum yang lebih tangguh terhadap bencana.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah pusat dalam menangani krisis air bersih pascabencana hidrometeorologi November 2025. "Perbaikan intake dan jaringan perpipaan sudah 98,9 persen dan ditargetkan selesai awal Februari 2026," ujarnya saat mendampingi Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, meninjau IPA Gunung Pangilun, Jumat (30/1/2026).
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mendukung percepatan pemulihan dan penguatan sistem air bersih di Kota Padang. "Penanganan pascabencana tidak hanya fokus pada kondisi darurat, tetapi juga pembangunan sistem yang lebih aman dan tangguh," katanya.
IPA Gunung Pangilun yang ada saat ini dinilai sudah tidak layak, terutama pascagempa 2009. Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal, menjelaskan bahwa instalasi baru berkapasitas 500 liter per detik ini akan menggantikan instalasi lama peninggalan tahun 1957.
Instalasi baru akan dibangun di dekat intake Kampung Koto Gunung Pangilun di atas lahan seluas 13.100 meter persegi. Dengan anggaran Rp400 miliar, IPA baru ini ditargetkan melayani 40.730 pelanggan atau 31 persen dari total pelanggan Perumda AM Kota Padang.
Selain meninjau IPA Gunung Pangilun, Menteri PU bersama rombongan juga meninjau Irigasi Gunung Nago serta Intake Palukahan Lubuk Minturun sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh sistem penyediaan air minum di Kota Padang. Pemerintah kota juga mengusulkan pembangunan 200 sumur bor komunal gratis di wilayah rawan kekeringan sebagai solusi jangka panjang.




