PARIAMAN – Destinasi wisata bahari di Kota Pariaman, Sumatera Barat, diserbu ribuan wisatawan selama libur Lebaran 2026. Lonjakan kunjungan ini tidak hanya dipicu oleh popularitas di media sosial, tetapi juga berkat kenyamanan lingkungan, kebersihan, serta transparansi harga yang diterapkan pemerintah daerah bersama masyarakat setempat.
Kota yang dikenal sebagai Kota Tabuik ini kini menjadi primadona bagi pelancong domestik hingga mancanegara, termasuk wisatawan dari Singapura, Malaysia, dan Eropa. Sinergi antara pemerintah dan warga dalam menata kawasan wisata dinilai menjadi kunci utama keberhasilan tersebut.
Salah satu aspek yang paling diapresiasi pengunjung adalah kepastian tarif parkir dan harga kuliner. Eka, seorang pemilik kafe di kawasan Pantai Pariaman, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyepakati tarif parkir resmi, yakni Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil.
"Kolaborasi antara pemerintah dan warga membuat wisata di Pariaman lebih nyaman dan tertata," ujar Eka.
Peningkatan jumlah pengunjung ini memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi pelaku usaha lokal. Para pedagang melaporkan lonjakan omzet harian yang cukup drastis, dari kisaran Rp100 ribu–Rp200 ribu menjadi sekitar Rp500 ribu selama periode pasca-Lebaran.
Pelaku tur wisata Sumatera Barat, Dicky atau yang akrab disapa Jo Dicky, mengungkapkan bahwa destinasi pesisir seperti Pariaman dan Mentawai memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan asing. Selain keindahan alam, kenyamanan fasilitas pendukung membuat kawasan ini menjadi destinasi favorit untuk berolahraga maupun bersantai bersama keluarga.
Pesona Pantai Pariaman semakin lengkap saat matahari terbenam. Panorama senja yang memikat tersebut kian mengukuhkan posisi Pariaman sebagai salah satu destinasi wisata unggulan yang wajib dikunjungi di pesisir barat Sumatera Barat.


