Padang – Museum Adityawarman, ikon budaya Sumatera Barat, kini berwajah baru dengan pagar yang telah selesai direnovasi. Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, secara resmi membuka pagar tersebut pada Kamis (12/3/2026), menandai komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat peran museum sebagai pusat budaya dan edukasi.
"Penataan pagar museum ini adalah bagian dari program strategis kami untuk memperkuat peran museum sebagai pusat budaya, edukasi, dan ruang interaksi masyarakat," ujar Fadli Zon saat peresmian. Ia berharap, fasilitas yang lebih baik akan menarik lebih banyak pengunjung, menargetkan peningkatan dua kali lipat dari 80.000 pengunjung pada tahun sebelumnya.
Revitalisasi museum, menurut Fadli Zon, sangat penting agar museum tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga menjadi ruang publik yang hidup dan edukatif, terutama bagi generasi muda.
Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Kebudayaan mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp2 miliar untuk kegiatan nonfisik di Museum Adityawarman. Dana ini akan digunakan untuk pameran, pertunjukan seni, dan kegiatan kebudayaan lainnya.
Direktur Sarana dan Prasarana Kementerian Kebudayaan, Feri Arlius, menambahkan bahwa renovasi pagar yang dibangun sejak 1970 ini merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam pelestarian budaya. "Upaya ini tidak hanya menambah keindahan, tetapi juga meningkatkan keamanan museum," katanya.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan museum sebagai destinasi wisata budaya. Ia berharap penataan fasilitas museum dapat memperkuat daya tarik wisata budaya dan meningkatkan fungsi museum sebagai ruang edukasi dan pelestarian sejarah.






