Bogor – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan apresiasi langsung kepada Presiden Prabowo Subianto atas dukungan penuh pemerintah pusat dalam penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda wilayahnya. Ucapan terima kasih ini disampaikan di sela-sela Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
"Alhamdulillah, tadi saat bersalaman saya menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden atas perhatian dan dukungan nyata pemerintah pusat kepada Sumatera Barat, khususnya dalam penanganan bencana hidrometeorologi. Kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh masyarakat," ujar Mahyeldi.
Menurutnya, dukungan pemerintah pusat tidak hanya dirasakan saat tanggap darurat, tetapi juga dalam rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Langkah cepat dan perhatian serius pemerintah pusat menjadi penguat bagi daerah dalam mempercepat pemulihan dan memastikan layanan dasar masyarakat tetap berjalan baik.
"Bantuan dan sinergi yang dibangun pemerintah pusat sangat membantu daerah, baik dalam penanganan darurat, pemulihan infrastruktur, maupun menjaga keberlangsungan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat," ungkapnya.
Mahyeldi menegaskan bahwa penanganan bencana membutuhkan kerja sama yang solid antara pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah Provinsi Sumbar berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan memastikan setiap dukungan pusat dimanfaatkan secara optimal dan akuntabel.
Presiden Prabowo Subianto, dalam pengantar arahannya saat membuka Rakornas, mengapresiasi semangat dan kesiapan seluruh jajaran pemerintah daerah. Ia meyakini bahwa dengan kebersamaan, ketulusan pengabdian, dan sinergi yang kuat, Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan dan melangkah menuju masa depan yang lebih tangguh.
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menjelaskan bahwa Rakornas ini bertujuan menyamakan langkah pemerintah pusat dan daerah dalam melaksanakan program prioritas presiden, sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, guna mempercepat terwujudnya Indonesia Emas 2045.






