Padang – Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, menyoroti minimnya peluang atlet berprestasi asal daerahnya untuk meniti karier sebagai anggota TNI maupun Polri. Meski memiliki catatan prestasi gemilang, banyak atlet yang masih kesulitan menembus ketatnya proses seleksi di institusi negara tersebut.
Hamdanus mengungkapkan, minat atlet untuk mengabdi sebagai abdi negara sebenarnya sangat tinggi. Namun, realita di lapangan menunjukkan perjuangan mereka tidak selalu berbuah manis. Ia mencontohkan keberhasilan atlet bernama Gilang yang kini telah menjadi perwira militer, namun di sisi lain, banyak atlet lain seperti Handeska yang harus berulang kali gagal dalam seleksi kepolisian.
"Salah satu atlet kita sudah ada yang lulus dan menjadi perwira. Tapi memang masih banyak juga yang mencoba, namun belum berhasil," ujar Hamdanus.
Menanggapi kondisi tersebut, KONI Sumbar berharap adanya dukungan konkret dari pihak TNI, khususnya jajaran Kodam I/Bukit Barisan, untuk memberikan akses lebih luas bagi atlet berprestasi. Dukungan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada proses rekrutmen, tetapi juga berlanjut pada pembinaan atlet yang telah resmi bergabung.
Menurut Hamdanus, atlet yang telah menjadi anggota TNI tetap membutuhkan fasilitas latihan yang memadai agar mereka tetap mampu menjaga performa dan mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional.
"Sudah ada atlet kita yang bergabung di bawah Kodam, baik di Padang maupun di daerah lain. Kami berharap dukungan dari Pangdam hingga ke tingkat Dandim agar atlet-atlet ini bisa terus berprestasi," tegasnya.
Ia optimistis, sinergi yang kuat antara KONI, TNI, dan Polri akan memberikan kepastian masa depan bagi para atlet. Dengan dukungan tersebut, atlet Sumatera Barat diharapkan tidak hanya sukses di arena olahraga, tetapi juga memiliki karier yang cemerlang sebagai abdi negara.






