KAI Divre II Sumbar Tanamkan Budaya Keselamatan Kereta Api Sejak Dini

Padang – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menggencarkan edukasi keselamatan perjalanan kereta api kepada para pelajar melalui program "Sapa Sekolah". Langkah preventif ini menyasar SDN 04 Gaung, Kota Padang, pada Rabu (22/4), guna menekan angka kecelakaan di sekitar jalur rel aktif.

Kegiatan yang dihadiri jajaran manajemen KAI Divre II Sumbar ini memberikan pemahaman mendalam kepada ratusan siswa mengenai bahaya bermain di sekitar rel, melempar benda ke arah kereta, hingga pentingnya disiplin saat melintasi perlintasan sebidang.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menegaskan bahwa program ini merupakan investasi jangka panjang untuk membangun kesadaran keselamatan bagi generasi muda.

"Keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab bersama. Melalui sosialisasi ini, kami ingin membekali para siswa agar mereka tidak hanya menjaga diri sendiri, tetapi juga mampu menjadi agen edukasi bagi orang-orang di sekitar mereka mengenai pentingnya keselamatan di jalur KA," ujar Reza.

Dalam sesi interaktif tersebut, siswa diajarkan bahwa palang pintu perlintasan hanyalah alat bantu. Kewaspadaan utama tetap terletak pada kedisiplinan pengguna jalan untuk berhenti, menengok kanan-kiri, dan memastikan kondisi aman sebelum melintas.

Kepala SDN 04 Gaung, Desi Kurnia, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia berharap materi yang disampaikan dapat bertransformasi menjadi perilaku sehari-hari siswa demi terciptanya budaya keselamatan di lingkungan sekolah yang bersinggungan langsung dengan jalur kereta api.

Sebagai bagian dari strategi pengamanan masif sepanjang 2026, KAI Divre II Sumbar terus melakukan langkah nyata di lapangan. Hingga April 2026, KAI telah menutup dua titik perlintasan liar berisiko tinggi, melakukan sosialisasi intensif di 17 perlintasan resmi, serta memasang berbagai papan imbauan di titik-titik rawan kecelakaan.

Sinergi antara operator transportasi, pihak sekolah, dan masyarakat luas ini diharapkan mampu mewujudkan lingkungan perkeretaapian yang lebih aman, tertib, dan selamat demi melindungi nyawa setiap pengguna transportasi massal.