IKA FK Unand "Haramkan" Mahasiswa Putus Kuliah Akibat Biaya

Padang – Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Andalas (Unand) periode 2025-2030 resmi dilantik, Minggu, dengan komitmen kuat untuk memastikan tidak ada mahasiswa FK Unand yang terpaksa berhenti kuliah karena masalah finansial. Ketua Umum IKA Unand, Denny Abdi, mengukuhkan kepengurusan yang dinahkodai oleh Dr. dr. Yevri Zulfikar SpB, SpU (K) M.Kes ini.

"Kita tidak tahu bagaimana nasib masing-masing mahasiswa. Mungkin saat awal kuliah mampu, tapi di tengah jalan ada masalah biaya. Kami bersama alumni akan membantu agar tidak ada yang putus kuliah," tegas Yevri Zulfikar usai pelantikan.

Menurut Yevri, IKA FK Unand memiliki Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang siap menyalurkan bantuan dari para alumni kepada mahasiswa yang mengalami kesulitan keuangan. Bukti nyata komitmen ini adalah penyerahan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) senilai total Rp88,6 juta kepada 16 mahasiswa FK Unand untuk periode Februari 2026.

Selain fokus pada masalah biaya, IKA FK Unand juga memiliki agenda penting lainnya, yaitu mendata sekitar 7.508 lulusan yang tersebar di seluruh dunia. "Saat ini cabang IKA FK Unand sudah ada di 19 provinsi. Ke depan, kita targetkan ada di semua provinsi, bahkan di luar negeri," imbuh Yevri.

Ketua Umum IKA Unand, Denny Abdi, menyoroti tantangan besar yang dihadapi alumni FK Unand dalam mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045. "Kesehatan adalah fondasi utama pengembangan sumber daya manusia. Sulit mencapai SDM berkualitas tanpa dukungan kesehatan yang memadai. Ini adalah tanggung jawab para dokter dan lulusan FK, termasuk IKA FK Unand," ujarnya.

Denny menambahkan, saat ini perekonomian Indonesia masih bertumpu pada sumber daya alam yang suatu saat bisa habis. Oleh karena itu, pengembangan SDM unggul melalui kesehatan dan pendidikan menjadi sangat krusial.

Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, sependapat dengan hal tersebut. Ia menekankan pentingnya riset yang kuat di FK Unand, yang telah terbukti berperan penting saat pandemi COVID-19. "FK Unand memiliki lembaga riset yang kuat. Ke depan, kami mendorong agar FK Unand bersama alumni mengembangkan riset dengan ciri khas yang bisa dikenal hingga tingkat internasional," kata Efa.

Komitmen terhadap riset dan pengembangan SDM ini disambut baik oleh Ketua IKA FK Unand, yang berjanji akan memberikan dukungan penuh bagi mahasiswa dan alumni yang serius dalam bidang riset.