Huntara Sumbar Diresmikan: Warga Terdampak Bencana Tempati Hunian Layak

Penulisan Ulang Berita:

Agam – Ratusan warga Sumatera Barat yang terdampak bencana kini dapat bernapas lega. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah meresmikan Hunian Sementara (Huntara) yang tersebar di empat kabupaten: Agam, Padang Pariaman, Lima Puluh Kota, dan Pesisir Selatan. Sebanyak 267 unit Huntara siap ditempati, memberikan tempat tinggal yang lebih layak bagi para pengungsi.

"Ini adalah tahapan penting agar masyarakat tidak terlalu lama di pengungsian dan bisa hidup lebih normal sambil menunggu pembangunan Hunian Tetap (Huntap)," ujar Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno saat peresmian Huntara di Lapangan Kayu Pasak, Agam.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, yang juga Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, mengapresiasi gerak cepat BNPB dan pemerintah daerah dalam menyelesaikan Huntara. "Huntara ini solusi untuk mengurangi pengungsi yang rumahnya rusak ringan, sedang, dan berat," katanya.

Pemerintah juga menyiapkan bantuan biaya perbaikan rumah bagi warga terdampak, mulai dari Rp 15 juta hingga Rp 30 juta untuk kerusakan ringan dan sedang. Bagi rumah yang rusak berat, pemerintah menyiapkan Huntap dengan opsi Huntara atau Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp 600.000 per kepala keluarga per bulan selama enam bulan.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memastikan bahwa warga yang menempati Huntara tetap akan mendapatkan hak logistiknya. "Masyarakat yang masuk ke Huntara tidak akan kehilangan haknya untuk mengakses logistik," tegasnya. BNPB menyiapkan dapur umum atau memberikan makanan padat, serta menyediakan alat masak bagi penghuni Huntara yang membutuhkan.

Salah seorang penghuni Huntara, Welmi Asmar (41), mengaku senang dengan fasilitas yang memadai. "Huntara ini sudah lumayan daripada di lokasi pengungsian yang beramai-ramai," ujarnya. Welmi berharap, dengan adanya Huntara, warga terdampak bisa segera hidup normal kembali.

Suharyanto menambahkan, saat ini Sumatera Barat sudah memasuki tahap pemulihan dari transisi darurat. Akses jalan nasional dan provinsi yang sempat terputus akibat bencana juga sudah tersambung, kecuali satu jalan nasional di Lembah Anai yang masih dalam perbaikan. BNPB terus memantau perkembangan perbaikan jalan hingga ke tingkat desa.