Padang – Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Padang kini memiliki harapan baru untuk meraih pendidikan setara. Yayasan Pendidikan Gempita Sumatra Barat menjalin kerja sama dengan Lapas Kelas II A Padang untuk mewujudkan hak pendidikan bagi para narapidana.
Kepala Lapas Kelas II A Padang, Junaidi Rison, menyatakan antusiasmenya terhadap program ini. "Kami sangat bersemangat untuk mewujudkan pendidikan kesetaraan mulai dari SD, SMP, hingga SMA bagi narapidana di Lapas Kelas II A Padang," ujarnya, Jumat (6/2/2026).
Kerja sama ini merupakan bagian dari program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan pendidikan kesetaraan di dalam lapas.
Ketua Yayasan Pendidikan Gempita, Nurkhalis, berharap seluruh warga binaan Lapas dapat berpartisipasi aktif dalam program ini. "Pendidikan ini terbuka bagi semua warga binaan tanpa memandang usia. Yang terpenting adalah kemauan untuk belajar," tegasnya.
Dalam kegiatan yang berlangsung di aula Lapas Kelas II A Padang, Junaidi Rison dan Nurkhalis secara resmi menyepakati kerja sama ini.
"Kami berharap, setelah menjalani masa binaan, warga binaan memiliki bekal pendidikan dan ijazah dari Kementerian Pendidikan, serta keterampilan yang akan diberikan secara bertahap," kata Nurkhalis.
Lebih lanjut, Nurkhalis yang juga merupakan Koordinator Gerakan Pemuda Tani Indonesia wilayah Sumatra Barat, menambahkan bahwa pihaknya siap mendampingi warga binaan yang berminat di bidang pertanian dan peternakan setelah bebas nanti.






