Padang – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar, menekankan pentingnya perguruan tinggi dalam memperkuat riset berbasis sains. Ia menyatakan bahwa inovasi kampus harus menjadi solusi nyata bagi masyarakat dan berdaya saing global.
Dalam kuliah inspirasi di Universitas Andalas (Unand), Jumat (6/2/2026), Taruna Ikrar menyampaikan bahwa riset sains adalah fondasi utama untuk mencapai status World Class University (WCU). "Konsep World Class University bukan sekadar target peringkat, melainkan kerangka berpikir untuk membangun perguruan tinggi yang unggul, relevan, dan berdaya saing," ujarnya.
Menurutnya, universitas kelas dunia dinilai dari dampak berkelanjutan bagi ilmu pengetahuan, industri, dan pembangunan global. Ia menyoroti pentingnya tata kelola yang kuat dan kolaborasi lintas sektor agar produk lokal Indonesia, hasil riset kampus, memiliki daya tarik global melalui standar kualitas yang tepat.
Taruna mencontohkan kesuksesan Rendang yang dinobatkan sebagai hidangan berbahan dasar kelapa terbaik di dunia. Capaian ini membuktikan bahwa produk lokal mampu menembus pasar Eropa jika memenuhi standar keamanan dan regulasi global.
"Riset mahasiswa adalah peluang inovasi. Harus ada keberanian untuk melakukan hilirisasi sejak di kampus agar kampus dapat melahirkan para inovator, pendiri perusahaan, dan pemecah masalah," tegasnya.
BPOM membuka peluang kolaborasi strategis dengan Unand, termasuk penyelarasan materi pembelajaran, peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi, serta pendampingan UMKM dengan melibatkan mahasiswa dalam program magang.
Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, mengapresiasi visi Kepala BPOM. "Konsep kolaborasi yang implementatif sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas lulusan dan kontribusi kampus bagi masyarakat," katanya. Ia mengajak mahasiswa dan sivitas akademika untuk meneladani semangat Taruna Ikrar dan terus mengabdi.
Sebagai penutup, Taruna Ikrar dan Efa Yonnedi menanam Pohon Andalas di area kampus, sebagai simbol ketangguhan dan kearifan lokal Minangkabau. Penanaman ini menyiratkan harapan agar ilmu pengetahuan yang tumbuh di Unand dapat mengakar kuat pada nilai budaya lokal namun tetap memberikan kontribusi bagi keberlanjutan ekosistem global.
"Dari Unand untuk dunia: inovasi dengan integritas, dampak, dan kepercayaan global," pungkas Taruna.






