Jakarta – Banyak orang kesulitan mengelola penghasilan bulanan. Alokasi dana 50/30/20 hadir sebagai solusi cerdas atur keuangan pribadi.
Metode ini membagi pendapatan bersih bulanan ke dalam tiga pos utama. Tujuannya, agar kondisi finansial tetap sehat dan terukur.
"Aturan 50/30/20 ini fleksibel, bisa disesuaikan dengan kondisi ekonomi masing-masing," ujar seorang ahli keuangan, Selasa (26/2/2026).
Rinciannya, 50% untuk kebutuhan pokok seperti tagihan dan belanja. Lalu, 30% untuk keinginan seperti hiburan dan hobi. Sisanya, 20% untuk tabungan, investasi, atau melunasi utang.
Ahli keuangan itu menambahkan, bagi yang tinggal di kota besar dengan biaya hidup tinggi, alokasi kebutuhan bisa ditingkatkan menjadi 60%. Konsekuensinya, pos keinginan harus dipangkas menjadi 20%.
Dengan panduan yang jelas, masyarakat diharapkan lebih bijak mengelola keuangan. Pemborosan bisa ditekan dan kesejahteraan jangka panjang tercapai.






