Aset BPR Sumbar Melesat 11 Persen, Sentuh Rp3,12 Triliun di 2025

Padang – Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di Sumatera Barat menunjukkan kinerja yang solid sepanjang tahun 2025. Aset BPR dan BPR Syariah di provinsi ini melonjak 11 persen hingga mencapai Rp3,12 triliun pada Desember 2025, menandakan pertumbuhan dua digit dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala OJK Sumatera Barat, Roni Nazra, menyatakan bahwa pertumbuhan aset ini mencerminkan peran penting BPR dalam menopang ekonomi daerah, terutama bagi usaha mikro dan kecil. "Secara tahunan, aset BPR di Sumatera Barat tumbuh sekitar 11 persen pada 2025. Ini menunjukkan kinerja yang cukup solid di tengah dinamika perekonomian dan tantangan sektor keuangan," ujarnya, Selasa (10/2/2026).

Roni menambahkan, peningkatan ini didorong oleh konsistensi penyaluran pembiayaan ke sektor produktif dan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan lokal. BPR dinilai lebih dekat dengan masyarakat dan mampu menjangkau pelaku usaha yang belum terlayani oleh bank umum.

OJK mencatat, total aset perbankan di Sumatera Barat mencapai Rp85,37 triliun pada Desember 2025, tumbuh 1,64 persen secara tahunan. Pertumbuhan aset BPR tercatat lebih tinggi dibandingkan laju pertumbuhan perbankan secara umum.

Meskipun kinerja BPR positif, Roni menekankan pentingnya penguatan fundamental. OJK terus mendorong BPR untuk memperkuat struktur permodalan, meningkatkan tata kelola, dan mengelola risiko secara lebih pruden.

"Ke depan, BPR diharapkan tidak hanya tumbuh dari sisi aset, tetapi juga semakin sehat dan berdaya saing sehingga mampu memberikan kontribusi yang berkelanjutan bagi perekonomian Sumatera Barat," kata Roni.

Dengan kinerja ini, BPR di Sumbar diproyeksikan tetap menjadi penopang ekonomi kerakyatan pada 2026, seiring upaya penguatan ekonomi daerah yang terus berlanjut.