Padang – Rombongan Komisaris PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang, termasuk politisi Arteria Dahlan, menuai kecaman publik setelah kedapatan berfoto di tikungan ekstrem Panorama I, Sitinjau Lauik, Sumatra Barat. Aksi yang dilakukan di tengah jalur berbahaya tersebut menyebabkan arus lalu lintas terhambat dan memaksa kendaraan besar mengantre.
Video aksi rombongan yang dikawal personel Satlantas Polres Solok Kota ini viral di media sosial. Pengamat transportasi dari Universitas Bung Hatta, Fidel Miro, mengecam tindakan tersebut karena dianggap membahayakan keselamatan pengguna jalan lain.
"Ini betul-betul sangat mengganggu lalu lintas umum. Jangan menjadikan fasilitas jalan raya sembarangan," tegas Fidel. Ia menjelaskan bahwa di tikungan dengan kemiringan 45 derajat tersebut, kendaraan besar membutuhkan ruang manuver yang luas, sehingga area badan jalan harus steril dari kendaraan yang berhenti.
Buntut dari kejadian ini, dua personel Satlantas Polres Solok Kota yang bertugas melakukan pengawalan kini menjalani pemeriksaan intensif oleh Propam. Kasat Lantas Polres Solok Kota, Iptu Akbar Tanjung, membenarkan bahwa pihaknya tengah mendalami dugaan pelanggaran prosedur dalam pengawalan tersebut.
Kapolres Solok Kota, AKBP Mas’ud Ahmad, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang dinilai tidak elok tersebut. Ia memastikan akan melakukan evaluasi internal dan menindak tegas anggotanya jika terbukti melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP).
"Sekali lagi, kami mohon maaf atas nama Polres Solok Kota, atas mungkin viral, mungkin gambaran tidak elok dilihat di media sosial," ujar Mas’ud.
Hingga berita ini diturunkan, Arteria Dahlan yang turut berada dalam rombongan tersebut memilih bungkam. Meski sempat merespons pesan singkat, ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut terkait aksi foto-foto yang memicu kontroversi tersebut.



