Padang – Kekeringan ekstrem melanda Kecamatan Pauh dan Kuranji, Kota Padang, memicu krisis air bersih yang mengkhawatirkan. Pemerintah Kota Padang bergerak cepat dengan mengerahkan tim gabungan untuk menyuplai air bersih bagi warga terdampak.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kota Padang, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas PUPR, Dinas Perkim, TNI, Polri, Baznas, BUMN, BUMD, PMI, Pramuka Peduli, Ormas, relawan, serta perangkat kelurahan dan masyarakat setempat, bahu-membahu mendistribusikan air bersih ke berbagai titik lokasi yang mengalami krisis.
"Kami mendapatkan dukungan penuh dari PDAM Kota Padang untuk bisa mengambil air di lokasi PDAM terdekat, sehingga proses pengisian armada dapat berjalan lebih cepat dan lancar," ujar Kalaksa BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menegaskan sinergi antarinstansi dalam mengatasi masalah ini.
Pendistribusian air bersih dilakukan secara bertahap dan merata menggunakan armada tangki air yang dikerahkan setiap hari. Koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar suplai air bersih menjangkau seluruh wilayah terdampak secara efektif.
Hendri Zulviton menambahkan, "Dengan banyaknya tim yang terlibat, kami berharap suplai air bersih tidak menumpuk di satu titik saja, mengingat banyaknya lokasi yang terdampak kekeringan."
Pemerintah Kota Padang melalui tim gabungan akan terus memantau kondisi lapangan dan mendistribusikan air bersih hingga situasi kembali normal. Masyarakat diimbau untuk menggunakan air secara bijak serta melaporkan kepada pihak kelurahan atau BPBD apabila masih terdapat wilayah yang membutuhkan suplai air bersih.






