Agam – Akses jalan utama yang menghubungkan Jorong Bancah dan Jorong Nagari di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kembali dibuka setelah sempat lumpuh akibat banjir bandang. Warga dan TNI bergotong royong membangun jembatan darurat yang kini dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat.
Jembatan darurat tersebut dibangun menggunakan material utama berupa batang kelapa. Inisiatif warga ini mendapat apresiasi dari pemerintah daerah dan pusat atas respon cepat dalam mengatasi dampak bencana.
Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, bersama Deputi Infrastruktur Kemenko Marves, Rahmad Kaimudin, telah meninjau langsung kondisi jembatan darurat. Pemerintah berencana mengusulkan pembangunan jembatan permanen sebagai pengganti jembatan sementara ini.
Tokoh masyarakat setempat, Rizki, menyampaikan bahwa jembatan darurat ini sangat membantu memulihkan mobilitas warga yang sempat terganggu. Meski demikian, ia mengimbau pengendara untuk tetap berhati-hati saat melintas karena sifat jembatan yang belum permanen.







Komentar