Padang – Ratusan warga dan pedagang Pasar Raya Padang antusias mengikuti program kolaborasi Bank Indonesia (BI) Sumatera Barat dan Bulog yang menawarkan kesempatan menukar uang lusuh dengan uang layak edar sekaligus membeli beras murah. Program yang berlangsung selama dua hari ini diserbu warga sejak hari pertama, Selasa (20/1/2026).
"Tujuan utamanya memastikan uang layak edar tersedia di masyarakat," kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, Andy Setyo Biwado, menjelaskan tujuan utama program ini. BI Sumbar menyiapkan uang tunai Rp1,8 miliar dengan pecahan mulai dari Rp1.000 hingga Rp20.000.
Daya tarik utama program ini adalah voucher beras senilai Rp25.000 bagi setiap penukar uang. Voucher tersebut dapat langsung digunakan untuk membeli beras premium dari Bulog di lokasi. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kenaikan harga beras. Dengan voucher, harga beras kemasan 5 kg yang normalnya Rp77.000, bisa ditebus hanya dengan Rp52.000. Bulog menyediakan dua pilihan beras: Suntiang (Pera) dan Setra Ramos (Pulen).
BI juga mendorong diversifikasi konsumsi beras. "Kami menyiapkan sekitar 500 kantong beras. Harapannya, beban belanja masyarakat sedikit teringankan," imbuh Andy.
Yudi (48), seorang pedagang dari Koto Tangah, merasakan langsung manfaat program ini. Baginya, ini adalah "paket lengkap" yang membantu usaha dan kebutuhan rumah tangga. "Uang receh penting untuk kembalian. Eh, ternyata sekalian dapat beras murah dan kalender. Sangat membantu," ujarnya.
Selain voucher beras, BI juga memberikan suvenir pouch dan kalender. Sinergi BI dan Bulog ini bertujuan menjaga stabilitas sistem pembayaran, ketahanan pangan, dan daya beli masyarakat Sumatera Barat.






