Jakarta – Karang gigi, musuh tersembunyi kesehatan mulut, muncul tanpa gejala dan bisa berakibat fatal. Penumpukan plak yang mengeras menjadi karang gigi memicu iritasi gusi, radang, hingga penyakit jantung dan stroke.
"Karang gigi terbentuk dari plak yang tidak dibersihkan," ujar Dr. Gigi Anita, seorang dokter gigi di Jakarta, baru-baru ini. "Plak ini adalah lapisan tipis berisi bakteri dari sisa makanan."
Penyebab karang gigi beragam, mulai dari kebersihan mulut yang buruk, konsumsi gula berlebih, hingga kebiasaan merokok dan minum alkohol. Bahkan, efek samping kemoterapi juga bisa memicu pembentukan karang gigi.
Bakteri dalam karang gigi mengiritasi gusi dan gigi. Jika dibiarkan, iritasi ini berkembang menjadi radang gusi (gingivitis) dan periodontitis, penyakit yang merusak jaringan penyangga gigi, menyebabkan gigi tanggal, dan bahkan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Namun, karang gigi bisa dicegah. Dr. Anita menyarankan menyikat gigi dua kali sehari selama dua menit, membersihkan sela gigi dengan benang gigi minimal sekali sehari, mengurangi konsumsi gula, dan minum air putih yang cukup.
"Berhenti merokok dan minum alkohol juga sangat penting," tegasnya.
Jika karang gigi sudah terbentuk, segera konsultasikan dengan dokter gigi untuk pembersihan profesional. Jangan tunda, kesehatan Anda adalah investasi berharga.






