Polres Pariaman Gandeng Stakeholder Perangi Kekerasan Perempuan dan Anak

Padang – Polres Pariaman menggandeng berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat strategi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan ini bertujuan untuk menekan angka kekerasan dan mewujudkan Kota Pariaman yang ramah anak serta aman bagi perempuan.

Wakapolres Pariaman, Kompol Jon Hendri, menegaskan bahwa penanganan kasus kekerasan tidak bisa dilakukan oleh kepolisian sendiri. "Pencegahan kekerasan dan perilaku menyimpang harus dilakukan sejak dini. Sinergi lintas sektoral adalah kunci agar lingkungan kita benar-benar aman bagi kelompok rentan," ujarnya saat membuka acara di Aula Joyo Makmur Resto, Pariaman Timur.

FGD ini menyoroti tren peningkatan kasus pelecehan, pergaulan menyimpang, hingga perundungan di lingkungan sekolah. AKBP Hikmah dari Ditbinmas Polda Sumbar, bersama Ketua KPAI Kota Pariaman Fatmi Yeti, dan psikolog Bayu Prasetya, menekankan pentingnya kepekaan lingkungan. Mereka meminta peserta, yang terdiri dari kepala sekolah, tokoh adat, dan ulama, untuk tidak apatis terhadap gejala sosial di sekitar mereka.

Upaya pencegahan kekerasan difokuskan pada penguatan peran guru sebagai detektor dini perilaku siswa, optimalisasi fungsi keluarga sebagai benteng utama anak, serta pelibatan tokoh agama dan adat dalam memperkokoh nilai moral di masyarakat.

Para peserta sepakat untuk menciptakan sistem pelaporan yang lebih mudah dijangkau dan memperkuat pengawasan di titik-titik rawan sosial. Langkah konkret ini diharapkan dapat menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah hukum Polres Pariaman.