Padang – Tim Klewang Polresta Padang punya cara unik menangkap buronan kasus penganiayaan yang menewaskan seorang pelajar. Seorang polisi menyamar sebagai pengamen di dalam bus untuk menciduk RG alias Een (18), buronan kasus tawuran berdarah.
Een menjadi buron setelah terlibat tawuran pada 13 September 2025. "Setelah melakukan penganiayaan secara bersama-sama, tersangka ini melarikan diri. Selama pelariannya, tersangka selalu berpindah-pindah tempat," ujar Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol M Yasin, Kamis (19/2/2026).
Penyamaran Aiptu David Riko Dermawan, Kepala Tim Klewang, terbilang sukses. Ia masuk bus di kawasan Indarung, menyanyikan lagu "Potong Bebek Angsa" sambil memantau para penumpang. Tanpa disadari Een, pengamen itu adalah polisi yang mengincarnya.
"Oke, bapak-bapak, ibuk-ibuk, selamat malam. Kami dari Tim Klewang Polresta Padang mengucapkan selamat datang di Kota Padang tercinta, terutama untuk adinda kita, Een," kata David Wewe sambil menunjuk Een yang tampak santai di kursinya.
Een pun tak berkutik saat David Wewe menghampirinya dan memborgolnya. "Selamat atas keberhasilannya melarikan diri kasus penganiayaan secara bersama-sama menghilangkan nyawa orang lain. Oke, Een. Kemane aje, lo?," ucap David Wewe sambil tersenyum.
Menurut Kompol Yasin, tersangka selalu berpindah-pindah tempat persembunyian di Pulau Jawa. Saat ini, Een telah ditahan dan diperiksa untuk pengembangan kasus lebih lanjut. "Tersangka sudah kami tahan," tegas Yasin.






