Padang – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Barat meresmikan pembangunan 26 bilik toilet baru di enam sekolah di Kota Padang. Program melalui dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) senilai Rp780 juta ini bertujuan menciptakan sarana sanitasi yang higienis, inklusif, dan ramah disabilitas bagi para siswa.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, meresmikan langsung fasilitas tersebut di SMPN 43 Padang, Kamis (30/4/2026). Ia mengapresiasi langkah PLN yang dinilai memberikan kontribusi nyata bagi sektor pendidikan. Menurutnya, ketersediaan toilet yang layak merupakan kebutuhan mendasar untuk mendukung kesehatan dan kenyamanan siswa di sekolah.
"Fasilitas toilet yang bersih dan representatif adalah bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat. Kami berharap inisiatif PLN ini menjadi pemicu bagi BUMN lain di Sumatera Barat untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui kolaborasi yang berkelanjutan," ujar Fadly.
Enam sekolah yang menerima bantuan tersebut meliputi SMPN 43, SMPN 27, SMPN 10, serta SDN 32 Kuranji, SDN 29 Ganting, dan SDN 19 Baringin. Pemerintah Kota Padang sendiri saat ini tengah mengejar target perbaikan 1.000 toilet sekolah secara bertahap.
Manajer PLN UP3 Padang, Dian Widiana Kuswara, menjelaskan bahwa seluruh fasilitas dibangun menggunakan material sepablock yang dikenal kuat dan efisien. Selain memisahkan akses toilet putra dan putri, desain bangunan juga telah disesuaikan dengan standar inklusivitas bagi penyandang disabilitas.
"Sanitasi yang baik berperan penting dalam meningkatkan kesehatan dan prestasi siswa. Semoga dengan upaya ini akan lahir generasi Kota Padang yang sehat, produktif, dan berprestasi," pungkas Dian.
Peresmian tersebut turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Padang Muharlion, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Barat Ajrun Karim, serta jajaran manajemen PLN lainnya.






