MAKKAH – Petugas Haji Kloter PDG 06 Embarkasi Padang memperketat pengawasan dan pendampingan bagi jemaah haji, khususnya kelompok lanjut usia (lansia) dan jemaah berisiko tinggi (risti), saat melaksanakan ibadah di Masjidil Haram. Langkah preventif ini diambil guna memastikan kesehatan jemaah tetap terjaga di tengah cuaca ekstrem Arab Saudi serta kepadatan area tawaf.
Petugas Haji Kloter PDG 06, H. Afrilen, menegaskan bahwa pihaknya terus memantau kondisi fisik jemaah agar tidak memaksakan diri dalam beribadah. "Pendampingan diberikan secara khusus kepada jemaah yang ingin beribadah di Masjidil Haram, namun kami tetap mempertimbangkan faktor kesehatan dan kondisi fisik mereka," ujar Afrilen, Minggu (17/5).
Selain pendampingan, petugas secara berkala mengimbau jemaah untuk mengatur jadwal ibadah secara bijak, memperbanyak istirahat, serta menjaga asupan cairan tubuh. Strategi ini krusial untuk menjaga kebugaran jemaah sebelum memasuki fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Layanan pendampingan ini mendapat apresiasi positif dari para jemaah, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik. Kehadiran petugas di lapangan dinilai memberikan rasa tenang dan aman bagi jemaah lansia maupun penyandang disabilitas saat menunaikan salat di Masjidil Haram.
Di sisi lain, Afrilen memastikan bahwa seluruh jemaah Kloter PDG 06 telah menuntaskan rangkaian umrah wajib. Evaluasi ibadah pun telah dilakukan oleh pembimbing kloter untuk memastikan seluruh prosesi sesuai dengan ketentuan syariat. Selain itu, kewajiban pembayaran dam (denda) tamattu’ bagi seluruh jemaah juga telah diselesaikan melalui layanan resmi Addahi.
Saat ini, fokus utama petugas dan jemaah Kloter PDG 06 beralih pada persiapan fisik dan mental untuk menghadapi puncak haji di Armuzna. "Mudah-mudahan seluruh jemaah diberikan kesehatan, kekuatan, dan memperoleh haji yang mabrur," pungkas Afrilen.





