Peserta Latihan Tembak Pererat Sinergi Bhayangkara Dharmasraya

Dharmasraya – Lapangan tembak Polres Dharmasraya menjadi lokasi latihan menembak bersama pada Sabtu (27/6/2026) dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80. Kegiatan ini dihadiri Kapolres AKBP Kartyana Widyarso, Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, serta unsur TNI, Kejaksaan Negeri Dharmasraya, Pengadilan Agama, tokoh masyarakat, perbankan, dan insan pers.

Bupati Annisa hadir didampingi ayahnya, H. Marlon Martuah Situmeang Dt Rang Kayo Muliah. Turut hadir Pimpinan DPRD Sujito, Sekda Medison, para kepala OPD, Zulfikar atau Atut, Ketua PWI Dharmasraya Roni Aprianto, sejumlah wartawan, dan tamu undangan lainnya.

Latihan ini tidak hanya menjadi ajang menunjukkan kemampuan menembak. Para peserta juga berdiri dalam satu barisan untuk memperkuat sinergi dan silaturahmi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sebelum dimulai, panitia lebih dulu memberi penjelasan teknis penggunaan pistol dengan tegas. Setiap peserta didampingi instruktur agar senjata tetap aman, dengan keselamatan sebagai perhatian utama.

Begitu aba-aba diberikan, perhatian para peserta langsung tertuju ke sasaran. Mereka menggenggam senjata dengan mantap, lalu menekan pelatuk hingga suara letusan terdengar beruntun dan peluru mengenai target.

Tepuk tangan dan sorakan pun terdengar setiap kali tembakan meleset tepat sasaran. Suasana kegiatan menjadi semakin hangat dengan semangat kebersamaan di antara para undangan.

Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso mengatakan, menembak tidak hanya menguji ketepatan pada sasaran. Menurut dia, kegiatan ini juga melatih disiplin, ketenangan, pengendalian emosi, dan kemampuan mengambil keputusan dalam waktu singkat.

“Karakter seperti itu dibutuhkan dalam tugas sehari-hari sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujar Kartyana.

Ia menambahkan, peringatan HUT Bhayangkara ke-80 juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarlembaga. Di lapangan itu, kata dia, sekat jabatan seolah hilang dan tergantikan oleh percakapan hangat, canda, serta saling mendukung.

Menurut dia, kebersamaan tersebut menunjukkan bahwa menjaga keamanan bukan semata tugas kepolisian, melainkan hasil kerja bersama seluruh elemen bangsa.

Di penghujung kegiatan, peserta yang dinilai lebih mahir menembak mendapat bonus dari Zulfikar, Sekda, dan pihak BRI. Momen itu menambah akrab suasana penutupan acara.

“Di usia ke-80, Bhayangkara bukan hanya memperingati perjalanan panjang institusi, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat sinergi, dan menghadirkan rasa aman bagi masyarakat,” pungkasnya.

Komentar