PADANG – Pemerintah Kota Payakumbuh mengajukan bantuan rehabilitasi 100 unit rumah tidak layak huni (RTLH) kepada Kementerian Kesehatan RI. Langkah ini diambil sebagai strategi utama untuk memutus rantai penularan tuberkulosis (TBC) yang dinilai sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tempat tinggal yang tidak sehat.
Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menegaskan bahwa penanganan TBC tidak bisa hanya mengandalkan layanan medis di rumah sakit. Menurutnya, intervensi terhadap hunian warga, terutama bagi keluarga kurang mampu di kelompok desil 1 hingga 4, menjadi kunci keberhasilan menekan angka kasus.
"Untuk percepatan penurunan kasus TBC di Payakumbuh, kita minta 100 paket perbaikan rumah tidak layak huni. Sebagian besar kasus TBC ini berawal dari kondisi rumah yang tidak memenuhi aspek kesehatan, seperti minimnya pencahayaan dan sirkulasi udara," ujar Zulmaeta saat menghadiri kuliah umum di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Selasa (12/5/2026).
Wakil Menteri Kesehatan RI, Benyamin Paulus Octavianus, menyambut baik usulan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah pusat berkomitmen memberikan dukungan anggaran rehabilitasi rumah bagi penderita TBC dari keluarga ekonomi bawah. Benyamin menyoroti urgensi penanganan ini mengingat masih tingginya angka kasus TBC yang belum teridentifikasi di Sumatera Barat.
"Di Payakumbuh terdapat 709 kasus TBC dan baru ditemukan sekitar 57 persen. Nanti anggarannya akan kita berikan, karena pada umumnya penderita TBC berasal dari keluarga tidak mampu," jelas Benyamin.
Selain rehabilitasi rumah, Benyamin menekankan pentingnya peran aktif kepala daerah dalam memantau kecukupan gizi masyarakat dan kondisi kesehatan warga secara langsung. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan perguruan tinggi sangat krusial untuk mencapai target eliminasi TBC nasional.
Rektor Universitas Andalas turut mendukung sinergi ini dengan mengedepankan kontribusi riset dari civitas akademika. Pihak kampus berkomitmen terus mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat fasilitas kesehatan dan pemberantasan penyakit menular demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat.



