PADANG PANJANG – Harga sejumlah komoditas cabai di pasar tradisional Kota Padang Panjang terpantau turun signifikan pada pekan kedua April 2026. Penurunan harga ini dipicu oleh melimpahnya pasokan dari daerah sentra produksi serta melemahnya permintaan pasar pasca-Lebaran.
Analis Perekonomian Setdako Padang Panjang, Chandra Erfiko, merinci penurunan harga terjadi pada tiga jenis cabai. Cabai hijau mencatatkan koreksi harga paling tajam sebesar Rp8.000, dari Rp43.333 menjadi Rp35.333 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit turun Rp3.350 menjadi Rp34.500 per kilogram, dan cabai merah turun Rp2.483 menjadi Rp33.167 per kilogram.
"Pasokan yang melimpah dari berbagai daerah serta turunnya permintaan membuat harga cabai terkoreksi," ujar Chandra, Selasa (14/4/2026).
Selain cabai, tren penurunan harga juga menyasar komoditas pangan lainnya seperti daging ayam broiler yang kini berada di angka Rp33.415 per kilogram, bawang daun Rp11.300 per kilogram, dan seledri yang anjlok ke harga Rp9.300 per kilogram.
Di sisi lain, fluktuasi harga justru terjadi pada beberapa komoditas akibat kendala distribusi. Ikan asin teri mengalami lonjakan harga hingga Rp125.000 per kilogram. Chandra menjelaskan, kenaikan tersebut dipicu oleh cuaca buruk dan gelombang tinggi yang menghambat pasokan di tengah tingginya permintaan konsumen.
Kenaikan harga juga menyentuh komoditas beras premium Pamanukan yang kini dijual Rp17.000 per kilogram, tepung terigu Lencana Rp10.400 per kilogram, daging sapi Rp151.667 per kilogram, serta ikan nila dan minyak goreng kemasan premium.
Meski terjadi dinamika harga, sejumlah kebutuhan pokok lainnya terpantau stabil. Beras kuriak putih tetap di harga Rp18.000 per kilogram, gula pasir Rp19.000 per kilogram, dan telur ayam ras Rp29.317 per kilogram. Pemerintah daerah memastikan akan terus memantau pergerakan harga dan pasokan di lapangan guna menjaga stabilitas pasar serta daya beli masyarakat.




