Gunung Marapi Kembali Erupsi, Warga Diminta Waspadai Radius Bahaya Tiga Kilometer

Sumatera Barat – Gunung Marapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan menyemburkan abu pada Senin (13/4/2026) pukul 18.53 WIB. Meski tinggi kolom abu tidak teramati secara visual, letusan tersebut terekam jelas pada seismogram dengan amplitudo maksimum 30,2 milimeter dan durasi selama 36 detik.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA), Asep Antoni, menyatakan bahwa hingga saat ini status Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada. Pihaknya menegaskan larangan keras bagi masyarakat, pendaki, maupun wisatawan untuk beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi di Kawah Verbeek.

"Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, aliran, maupun bantaran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar, terutama saat musim hujan," ujar Asep.

Selain ancaman lahar, Asep mengimbau warga untuk mengantisipasi dampak hujan abu vulkanik. Ia menyarankan penggunaan masker untuk mencegah gangguan saluran pernapasan (ISPA), serta perlindungan mata dan kulit. Warga juga diminta mengamankan sumber air bersih dan rutin membersihkan atap rumah dari tumpukan abu agar terhindar dari risiko bangunan roboh.

Terkait situasi terkini, Asep meminta seluruh pihak untuk tetap tenang dan menjaga kondusivitas lingkungan. Ia menekankan pentingnya menyaring informasi agar tidak terjebak dalam narasi bohong atau hoaks yang beredar. Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi arahan resmi dari pemerintah daerah setempat.