Cuaca Buruk Paksa Pesawat Garuda Jakarta-Padang Mendarat Darurat di Pekanbaru

Padang – Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA162 rute Jakarta-Padang terpaksa mengalihkan pendaratan ke Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, pada Senin (20/4/2026). Keputusan tersebut diambil pilot demi mengutamakan keselamatan penumpang akibat cuaca buruk yang melanda wilayah Sumatera Barat.

Berdasarkan data Flightradar24, pesawat dengan registrasi PK-GMU itu sempat tertahan di Pekanbaru sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Setelah kondisi cuaca membaik, pesawat kembali mengudara pada pukul 17.43 WIB dan mendarat dengan selamat di Padang pada pukul 18.29 WIB.

Pengamat penerbangan, Aris Budiman, menjelaskan bahwa pengalihan rute atau divert merupakan prosedur standar yang wajib dilakukan maskapai saat bandara tujuan tidak memenuhi syarat keamanan pendaratan.

"Keputusan divert bukan hal luar biasa, melainkan langkah krusial untuk memitigasi risiko. Faktor seperti jarak pandang terbatas, hujan lebat, atau angin kencang sering kali membuat pendaratan menjadi tidak aman bagi operasional pesawat," ujar Aris saat dihubungi, Senin (20/4/2026).

Ia menambahkan, keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama di atas ketepatan jadwal penerbangan. "Pilot memiliki otoritas penuh untuk mengalihkan pendaratan jika instrumen atau kondisi visual di bandara tujuan dinilai membahayakan proses landing," tambahnya.

Penerbangan GA162 sendiri sempat mengalami sedikit keterlambatan keberangkatan dari Bandara Soekarno-Hatta, yakni lepas landas pada pukul 14.47 WIB. Meski sempat singgah di Pekanbaru selama beberapa jam, seluruh penumpang dan awak kabin dipastikan tiba di Padang dalam kondisi selamat tanpa kendala teknis lanjutan.