PADANG – Pemerintah Kota Padang menargetkan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) mencapai nol dalam empat tahun ke depan. Langkah ambisius ini diperkuat melalui Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pencegahan serta Penanganan ATS Tahun 2026 yang berlangsung di Youth Center, Kamis (16/4/2026).
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan kota yang tidak bisa ditawar. Menurutnya, keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak akan berarti jika generasi muda kehilangan masa depan akibat putus sekolah.
"Tidak ada gunanya bangunan menjulang tinggi jika di sisi lain anak-anak kita menghadapi masa depan yang suram," ujar Maigus di hadapan para pemangku kepentingan.
Data Pusdatin Kemendikdasmen per 1 April 2026 mencatat jumlah ATS di Kota Padang kini berada di angka 6.615 anak, menurun dari sebelumnya 7.178 anak. Sebanyak 153 anak di antaranya telah berhasil dikembalikan ke jalur pendidikan formal maupun nonformal. Meski Angka Partisipasi Kasar (APK) SD dan SMP di Padang telah melampaui 110 persen, pemerintah tetap memandang sisa angka ATS sebagai tantangan serius yang harus segera diselesaikan.
Pemerintah mengidentifikasi berbagai faktor pemicu, mulai dari kendala ekonomi, pernikahan dini, anak yang sudah bekerja, hingga akses jarak ke sekolah dan masalah kesehatan. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkot Padang menerapkan pendekatan komprehensif melalui pendampingan keluarga, pemberian beasiswa, serta penguatan pendidikan berbasis masyarakat lewat program "Padang Juara" dan "Smart Surau".
Maigus menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk memastikan tidak ada penambahan jumlah anak putus sekolah sepanjang tahun 2026. Fokus utama saat ini adalah menyatukan data dan memperkuat kolaborasi lintas sektor, mulai dari tingkat kelurahan hingga keterlibatan aktif orang tua dan masyarakat.
"Program Padang Juara dan Smart Surau adalah komitmen untuk melahirkan anak-anak yang cerdas, berakhlak, dan siap bersaing hingga tingkat internasional," pungkasnya.






