Padang – BMKG Maritim Teluk Bayur mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi cuaca tidak stabil yang akan melanda sejumlah perairan di Sumatera Barat mulai 30 April hingga 3 Mei 2026. Masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku transportasi laut, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan petir serta gelombang laut yang diprediksi mencapai ketinggian 2,5 meter.
Selama periode tersebut, cuaca di wilayah perairan Sumbar diprakirakan fluktuatif, mulai dari cerah berawan hingga hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir. Kondisi ini diperparah dengan kecepatan angin yang bervariasi antara 1 hingga 8 knot.
"Kami mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, agar mewaspadai potensi cuaca buruk dan gelombang tinggi," tegas pihak BMKG Maritim Teluk Bayur dalam keterangan resminya.
Pada 30 April hingga 1 Mei 2026, hujan petir berpotensi mengguyur perairan Padang-Padang Pariaman dan Timur Pagai. Sementara itu, wilayah perairan Agam-Pasaman Barat dan Pesisir Selatan diprediksi mengalami hujan sedang. Memasuki 1 Mei hingga 2 Mei 2026, potensi hujan petir meluas ke wilayah Pesisir Selatan, Timur Sipora, serta Timur dan Barat Pagai.
Memasuki 2 Mei hingga 3 Mei 2026, cuaca di sebagian besar perairan, termasuk Barat Siberut, masih akan didominasi hujan petir. Selain ancaman gelombang, BMKG juga memantau pola pasang surut air laut. Pada 30 April 2026, pasang air laut diprediksi terjadi pada pukul 04.00-08.00 WIB dan 17.00-20.00 WIB, sementara fase surut berlangsung pada pukul 11.00-14.00 WIB dan 22.00-24.00 WIB.
BMKG menekankan pentingnya bagi seluruh pihak yang beraktivitas di laut untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi. Langkah ini krusial untuk memastikan keselamatan selama melaut di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.






