Padang – Universitas Negeri Padang (UNP) menegaskan dukungannya terhadap Gerakan Nasional Migran Aman 2026 yang digagas oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Kemen P2MI). Komitmen ini disampaikan oleh Senior Eksekutif UNP, Prof. Ganefri, Ph.D., dalam acara yang berlangsung di Aula Abdurrahman Wahid, Kemen P2MI, Jakarta Selatan, Senin (18/5/2026).
Pada kesempatan tersebut, Prof. Ganefri berdiskusi langsung dengan sejumlah pejabat tinggi, termasuk Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Drs. Mukhtarudin, serta Wakil Menteri Ketenagakerjaan Dr. Ir. H. Afriansyah Noor, S.T., M.Si., IPU.
Gerakan Nasional Migran Aman merupakan implementasi dari Nota Kesepahaman antara UNP dan Kemen P2MI/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Kerja sama ini difokuskan pada program persiapan dan penempatan calon pekerja migran Indonesia ke luar negeri secara aman dan sesuai prosedur yang berlaku.
Melalui gerakan ini, UNP memperkuat perannya dalam meningkatkan literasi dan edukasi terkait migrasi yang aman. Upaya tersebut dilakukan melalui pendidikan, sosialisasi, serta pengembangan kapasitas mahasiswa dan masyarakat luas. Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mencegah penempatan pekerja migran secara nonprosedural dan mengurangi risiko tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Prof. Ganefri menyoroti pentingnya peran perguruan tinggi dalam memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai migrasi yang aman, legal, dan bermartabat. Ia menyatakan bahwa UNP berkomitmen memperkuat edukasi, literasi, dan kolaborasi lintas sektor agar calon pekerja migran memiliki kesiapan dan pengetahuan yang memadai.
Gerakan ini menjadi kebijakan strategis nasional yang menitikberatkan pada peningkatan literasi migran aman, penguatan edukasi berbasis desa dan komunitas, serta optimalisasi peran pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem pelindungan pekerja migran yang aman dan bermartabat.
Selain itu, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh. Hal ini diwujudkan melalui upaya pencegahan TPPO dan penguatan perlindungan bagi pekerja migran Indonesia.







Komentar