Sumbar Pacu Ekonomi, Tingkatkan Ekspor dan Pariwisata Daerah

Padang – Ekonomi Sumatera Barat (Sumbar) tumbuh 4,66 persen pada triwulan I 2025, di tengah tekanan ekonomi global. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan ekspor dan perbaikan sejumlah indikator makro ekonomi.

Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, menyatakan perayaan HUT ke-80 provinsi menjadi momentum evaluasi capaian dan tantangan. Pemerintah daerah memprioritaskan sektor pendidikan, kesehatan, UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata berbasis kearifan lokal, dan infrastruktur.

Data Pemprov Sumbar mencatat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku meningkat menjadi Rp 88,26 triliun pada 2025 dari Rp 83,29 triliun pada 2024. Tingkat kemiskinan juga menurun menjadi 5,35 persen dari 5,97 persen, dan pengangguran terbuka turun menjadi 5,69 persen dari 5,79 persen. Nilai Tukar Petani (NTP) naik 6,91 persen.

Ekspor Sumbar naik 36,96 persen pada Januari-Juli 2025, terutama ke India, Pakistan, dan Bangladesh. Impor juga meningkat 2,98 persen, didominasi dari Singapura, Malaysia, dan Brasil.

Meskipun demikian, penurunan kedatangan wisatawan domestik melalui jalur udara sebesar 13,75 persen menjadi perhatian. Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara justru meningkat 29,28 persen.

Pemerintah daerah menekankan pentingnya pemerataan kesejahteraan dan transformasi digital layanan publik. Masyarakat diajak aktif mendukung program pembangunan untuk Sumbar yang lebih maju.

Komentar