Limapuluh Kota – Satu tahun kepemimpinan Bupati Safni Sikumbang dan Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha menandai babak baru pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Limapuluh Kota. Pasangan yang dikenal dengan sebutan Sakato ini langsung tancap gas memetakan potensi sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA) demi mewujudkan Limapuluh Kota yang maju dan mandiri.
Fokus utama pembangunan tahun pertama tertuju pada sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, perikanan, peternakan, dan ekonomi kerakyatan. Tak hanya itu, perhatian juga dicurahkan pada pelayanan publik, kondisi sosial masyarakat, pekerja rentan, serta bidang keagamaan.
Bupati Safni menunjukkan keseriusannya dengan menjalin komunikasi intensif antara Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat melalui berbagai kementerian, lembaga, serta anggota DPR-RI asal Sumatera Barat.
Salah satu gebrakan awal yang mencuri perhatian adalah penolakan pembelian mobil dinas baru yang menelan anggaran miliaran rupiah. "Anggaran tersebut lebih baik dialihkan untuk membeli alat berat ekskavator, mengingat Limapuluh Kota merupakan daerah rawan bencana alam," tegas Bupati Safni.
Demi meyakinkan Pemerintah Pusat akan potensi SDA dan SDM unggul yang dimiliki Limapuluh Kota, Bupati tak kenal lelah bolak-balik Jakarta. Ia juga menyampaikan kondisi infrastruktur jalan, jaringan irigasi, normalisasi aliran sungai, serta urgensi pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Sarilamak. Tak ketinggalan, masalah jalan Payakumbuh-Lintau yang rusak parah turut menjadi perhatian.
Di sektor pendidikan, Bupati Safni menggagas pembangunan SMA Taruna Nusantara dan Sekolah Rakyat. "Kami ingin ada sekolah unggulan berskala nasional di daerah, agar anak-anak Limapuluh Kota dan sekitarnya punya akses pendidikan bermutu tanpa harus jauh ke luar provinsi. Sekolah Rakyat bukan sekadar ruang belajar, tapi ruang tumbuhnya harapan anak-anak yang tidak terjangkau sistem pendidikan formal," ujar Bupati.
Komunikasi intensif dilakukan dengan berbagai kementerian, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian KB, Kementerian Kesehatan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, serta Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia.
Upaya "menjuluak" kue pembangunan ke Pemerintah Pusat membuahkan hasil manis. Dana miliaran rupiah mengalir untuk rehabilitasi Daerah Irigasi melalui Inpres 2/2025 yang dibiayai Kementerian PUPR. Bantuan alsintan dan bibit padi unggul juga berhasil didapatkan melalui anggota DPR-RI Cindy Monica Salsabila untuk mendukung program ketahanan pangan.
Bupati Safni juga sangat memperhatikan budidaya perikanan air tawar. Ia langsung menjemput bibit ikan unggul di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Selain itu, usulan normalisasi aliran sungai sebagai langkah antisipasi banjir mendapat respons positif dari Kementerian PU.
Menteri PU bahkan turun langsung meninjau kondisi Jalan Payakumbuh-Lintau bersama Anggota DPR RI Andre Rosiade. Hasilnya, sebagian besar jalan provinsi tersebut kini sudah kembali mulus.
Tak hanya pembangunan fisik, pembangunan mental dan karakter anak-anak Limapuluh Kota juga menjadi prioritas. Keberhasilan meraih juara umum MTQ Nasional tingkat Sumbar ke-41 di Bukittinggi menjadi bukti keberhasilan program pendidikan karakter dan akhlak.
Pasangan Sakato juga meluncurkan program "Sakato Mangaji" yang mewajibkan membaca Al-Qur’an 15 menit sebelum pelajaran dimulai, serta program SAKATOLIKO (Sejahterakan Pekerja Kito Lima Puluh Kota) melalui jaminan BPJS Ketenagakerjaan untuk melindungi pekerja rentan.
Wakil Bupati Ahlul Abdrito Resha juga meluncurkan branding Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai The Central Of Agro, sebagai upaya memperkuat citra daerah sebagai pusat agrobisnis dan agroindustri berbasis potensi lokal.






