Penulisan Ulang Berita:
Jakarta – Dunia kuliner terus berputar, menghadirkan inovasi rasa dan tampilan yang memikat perhatian, terutama di media sosial. Dari jajanan kaki lima hingga hidangan mewah restoran, tren makanan kini tak hanya soal rasa, tetapi juga visual, proses pembuatan, dan potensi konten yang menarik.
Di awal tahun 2026, sejumlah hidangan mencuri perhatian. "Japanese Cheesecake" dua bahan yang viral di TikTok menjadi favorit karena kesederhanaan dan kemudahan modifikasi. Cokelat Dubai dengan isian pistachio dan kataifi yang renyah juga tak kalah populer.
Inovasi sarapan dengan Weetabix berlapis cokelat dan topping kreatif turut meramaikan linimasa media sosial. Sementara itu, Loaded Potato Scallops menjadi bintang di Australian Open berkat kombinasi topping unik seperti truffle dan poutine. Roti tissue 1000 lapis, meski sudah ada sejak 2025, tetap menjadi pilihan pendamping kopi yang digemari.
"Tren kuliner ini mencerminkan gaya hidup konsumen modern yang sangat dipengaruhi oleh media sosial," ujar seorang pengamat kuliner, Rina Andani, saat dihubungi melalui sambungan telepon. "Pelaku UMKM hingga restoran besar harus beradaptasi dengan algoritma media sosial untuk tetap relevan dan menarik minat konsumen."
Rina menambahkan, ke depannya, tren kuliner akan terus berkembang, menggabungkan kreativitas global dan lokal, serta mencerminkan dinamika selera kuliner di era digital.






