Semen Padang FC vs Persijap: Misi Hidup Mati Kabau Sirah di GOR Agus Salim

Pelatih Semen Padang, Imran Nahumarury, menegaskan bahwa timnya tidak memiliki pilihan selain mengamankan tiga poin penuh. Mengingat kompetisi hanya menyisakan tujuh laga, ia meminta anak asuhnya untuk tampil lepas dan meminimalisir kesalahan sendiri.

"Tidak ada pilihan lain, kemenangan adalah harga mati. Motivasi kami tetap tinggi dan tim akan terus berjuang hingga akhir kompetisi," ujar Imran dalam konferensi pers, Minggu (19/4).

Meski bertekad meraih kemenangan, Semen Padang dipastikan tampil pincang. Tiga pemain pilar, yakni Wakaso, Irsyad Maulana, dan Samuel Simanjuntak, harus absen akibat cedera. Imran mengaku telah menyiapkan strategi khusus untuk meredam kolektivitas Persijap yang datang dengan kepercayaan diri tinggi usai menumbangkan Bhayangkara FC.

"Musuh terbesar kami adalah diri sendiri. Jika kami mampu mengatasi tekanan dan bermain lepas, kami optimistis meraih hasil positif," tambah Imran.

Kesiapan serupa juga ditegaskan oleh penyerang muda Semen Padang, Firman Juliansyah. Ia memastikan seluruh pemain telah berkomitmen menjalankan instruksi pelatih demi memberikan kemenangan bagi pendukung di kandang sendiri.

Di tengah upaya bangkit, laga ini sempat dibayangi isu boikot dari kelompok suporter. Menanggapi hal tersebut, Imran memilih bersikap positif. Ia menilai aksi tersebut sebagai bentuk kecintaan dan kritik membangun agar tim segera keluar dari keterpurukan.

Saat ini, Semen Padang masih tertahan di peringkat ke-17 dengan 20 poin. Kemenangan atas Persijap menjadi krusial untuk menjaga asa bertahan di kasta tertinggi, mengingat ketatnya persaingan di papan bawah klasemen yang hanya terpaut selisih poin tipis.