Ramadan di Balik Jeruji: Warga Binaan Lapas Padang Khusyuk Beribadah

Padang – Bulan Ramadan menjadi momentum spesial bagi warga binaan Lapas Kelas II-A Padang. Meski berada di balik jeruji besi, mereka tetap antusias menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk. Salat Tarawih berjamaah, tadarus Al-Qur’an, hingga tausiah keagamaan mewarnai hari-hari Ramadan mereka.

Kepala Lapas Kelas II-A Padang, Junaidi Rison, mengatakan, pihaknya berkomitmen penuh memberikan hak beribadah kepada seluruh warga binaan selama Ramadan. "Kami tetap memberikan hak kepada warga binaan untuk menjalankan ibadah selama bulan Ramadan. Namun, pelaksanaannya tetap kami atur dan awasi agar berjalan tertib, aman, dan lancar," ujarnya.

Untuk memastikan keamanan dan ketertiban, pihak lapas memberlakukan pembatasan jumlah jamaah salat Tarawih di Masjid Taqwa Lapas. Setiap malam, sekitar 120 warga binaan dari tiga kamar yang berbeda diperbolehkan mengikuti salat Tarawih berjamaah di masjid. Sementara itu, warga binaan lainnya melaksanakan salat Tarawih di kamar masing-masing dengan dipimpin oleh imam yang telah ditunjuk.

Selain salat wajib dan Tarawih, warga binaan juga berkesempatan mengikuti berbagai kegiatan keagamaan lainnya, seperti tadarus Al-Qur’an, tausiah keagamaan, dan berbuka puasa bersama. Personel lapas melakukan pengawasan ketat di setiap blok hunian dan area masjid untuk menjaga keamanan dan menciptakan suasana ibadah yang kondusif.

Dengan berbagai kegiatan keagamaan ini, diharapkan Ramadan menjadi momentum pembinaan spiritual bagi warga binaan, sekaligus memperkuat nilai-nilai keimanan selama menjalani masa pidana.